Thursday, March 1, 2012

Buku di Februari 2012

Rating:★★★
Category:Other
1. CAT STORIES (James Herriot) – GPU, 2012, 216 hlm. * * * * *

Kurang, kurang, kurang, kurang banyak cerita di dalam buku ini. Kenapa Dog Stories lebih banyak dan tebal bukunya? ;p. Love James Herriot banget deh. Bukan hanya seorang dokter hewan yang sangat dedikasi pada profesinya, tapi juga seorang pencerita ulung.


2. COOKIE (Jacqueline Wilson) – GPU, 2012 * * *

Sepertinya sudah lama sejak terakhir membaca karya Tante Jacqueline. Kangen juga dengan buku-bukunya yang banyak mengangkat anak broken home, perceraian, atau bahkan kekerasan dalam rumah tangga, meski kadang secara pribadi agak jengah gitu karena kebanyakan pembacanya kan anak-anak (bukan saya maksudnyahh... :D).

Cookie bertutur tentang Beauty Cookson, gadis cilik yang merasa rendah diri dan tak menjadi dirinya sendiri, karena sang ayah yang abusive, temperamental, dan terlalu membentuk Beauty--dan ibunya--sesuai apa yang ayahnya inginkan (yang sebenarnya sangat Beauty benci). Puncaknya saat ulang tahun Beauty, sang ayah makin tak terkendali. Beauty dan sang ibu pun memutuskan minggat dari rumah mewah mereka.

Baca buku ini jadi terngiang-ngiang kembali syair Dorothy Law Nolte, Children Learn What They Live. Mau kau bentuk seperti apa anakmu? Sikap rendah diri dan tertekan Beauty adalah hasil salah didik sang ayah. Ada begitu banyak anak yang mendapatkan kekerasan verbal dari orangtua mereka, yang efeknya pada kehidupan mereka tak kalah dengan kekerasan fisik. Novel ini mengingatkan kita tentang hal tersebut, serta tentang belajar mencintai diri sendiri, berani keluar dari situasi tertekan, dan bagi seorang istri untuk tak selalu bergantung secara ekonomi pada suami.


3. DELIRIUM (Laurren Oliver) – Mizan Fantasy, 2012, 518 hlm. * * * *

Pengen bikin reviewnya, tapi hehe nggak mau janji-janji surga dulu. Yang jelas suka sama novel dysthopia satu ini.


4. the ESPRESSOLOGIST (Kristin Springer) – Qanita, 2012 * * *

Anda sangat suka iced vanilla latte? Bisa jadi jodoh Anda adalah seseorang yang suka medium dry cappucino...

Berawal dari kesukaan mencatat pesanan kopi seseorang dan mengira-ngira karakter diri orang tersebut, Jane memulai profesi "tambahan" sebagai mak comblang. "Korban" pertamanya adalah pelanggan favoritnya, Gavin. Setelah itu sahabatnya, dan banyak pelanggan lain. Derek, manajer Wired Joe, kedai kopi tempat Jane bekerja sebagai barista, melihat "potensi" tersebut, dan kemudian mendapuk gadis 17 tahun itu menjadi matchmaker resmi sebagai bentuk promosi Wired Joe. Puluhan pasangan pun sukses dijodohkan oleh Jane. Promosi itu sukses, bahkan acara reality show terkenal di Chicago tertarik menampilkan Jane dan aktivitas matchmakingnya di acara tersebut.

Jane sendiri punya rencana untuk dirinya. Will, seorang pelanggan di WJ, sangat menarik hatinya. Sayangnya, jenis minuman kopi Will tidak sesuai dengan minuman kopi kesukaan Jane....

*

Cerita romantis yang manis. Plotnya mungkin tak istimewa dan mudah ditebak, tapi jalinan ceritanya sangat enak dinikmati, apalagi sambil menikmati segelas kopi favorit ;) . Saya tak begitu mengerti beragam jenis minuman kopi, dan saya memang jarang minum kopi, tapi membaca novel ini jadi pengen minum beragam jenis kopi :D. Ada penjelasan tentang jenis-jenis minuman kopi dan cara membuatnya di bagian belakang novel ini. Yuk, ngopi... slrrrppp....


5. JALAN-JALAN KE ANTARTIKA (Agus Supangat) – KPG, 2011 * * *

Beberapa perbedaan Antartika dan Arktika:
- Antartika adalah kutub selatan, benua yang dikelilingi lautan; sedang Arktika adalah kutub utara, lautan yang dikelilingi benua.
- Rata-rata suhu tahunan di Antartika -50 derajat C; di Artika -18 derajat C.
- Tidak ada pohon, tidak ada tundra, dan populasi di Antartika, hanya ada lichen (lumut kerak); sedang di Arktika kita masih bisa menemukan pohon, tundra, dan populasi.
- Hanya ada mamalia laut berupa paus dan anjing laut di Antartika; di Arktika terdapat mamalia darat (rusa kutub, serigala, kelinci, lemming, dan rubah).

Dan ke Antartika-lah penulis melakukan perjalanan dalam rangka penelitian bersama puluhan ilmuwan lain dari beberapa negara. Bersama seorang peneliti lain dari Indonesia, penulis adalah orang Indonesia pertama yang menjejak kutub selatan.

Penuturan pengalamannya cukup menarik, meski di beberapa bab berasa banget "ilmiah"nya :). Saya sering bertasbih membacanya, apalagi saat melihat foto-foto gunung es. Wow, ternyata gunung es tak hanya berwarna putih, tapi beragam warna; putih kebiruan, biru, hijau, hingga kuning kecokelatan. Bab yang paling menarik menurut saya adalah bab 5, yang bertutur tentang persentuhan penulis dengan awak kapal Aurora Australis dan ilmuwan-ilmuwan lain peserta ekspedisi.

Yang agak bikin saya berkerut, Pak Agus dkk ini dedikasi banget, sampai plakat seberat 35 kilogram "titipan" pemerintah Indonesia dibawa-bawa buat diletakkan di Antartika. Mbok ya pemerintah jangan berat-berat gitu bikin plakatnya :p


6. KEMI: CINTA KEBEBASAN YANG TERSESAT (Adian Husaini) – Gema Insani Press, 2010, 316 hlm. * * *1/2

Materi buku ini sebenarnya sangat menarik dan cukup "panas" buat sebagian kalangan, yaitu tentang Islam Liberal. Apalagi ditulis oleh seorang yang selama ini memang sangat concern dengan isu ini. Tujuan penulis memilih jenis novel menjadi wadah ide yang ia sampaikan, sepertinya untuk mencairkan materi. Pemikiran-pemikiran, bantahan terhadap logika IsLib, plus intrik-intrik IsLib dalam menyebarkan pahamnya, tersebar di dalam buku ini.

Sayangnya eksekusi penulis dalam menjadikan novel ini "benar-benar" novel, menurut saya kurang sukses. Kalimat-kalimat yang verbal, logika cerita yang lemah, penokohan yang kurang kuat (persentuhan Rahmat dengan pemikiran liberal, sehingga mau diajak oleh Farsan menjadi pengikut IsLib, tidak dieksplor), kadang memaksakan untuk memasukkan rangkaian bantahan (wawancara Bejo dengan Doktor Ita misalnya, haduuuh, sangat tak cerdas). Sayang sekali potensi buku yang bagus ini tidak dikawal oleh editor yang mumpuni.

Meski begitu buku ini tetap recommended sekali untuk siapapun yang ingin tahu tentang pemikiran Islam Liberal dalam bentuk karya yang lebih cair.


7. NATHALIE #13: Dunia yang Kejam (Sergio Salma) – GPU, 2011, 48 hlm. * *
Akhirnya, adik Nathalie bisa lumayan lega (dikiiiittt) karena ada "korban" lain yang bisa jadi sasaran keisengan dan kebandelan Nathalie. Pierre, anak sang paman, yang anak baik-baiiiik, rapi, lurus dah pokoknya (dibanding Nathalie yang begajulan) pun mulai merasakan "kesadisan" Nathalie. Di satu sisi, ayah ibu Nathalie makin tak cocok, pernikahan mereka terancam bubar. Nggak terlalu lucu.


8. NATHALIE #14: Sahabat Dunia (Sergio Salma) – GPU, 2011, 48 hlm. * * *
Perseteruan Nathalie dan Pierre makin-makin aja (dan si Junior tepuk tangan girang). Ayah dan ibu Nathalie jadi bercerai--yang dimanfaatkan oleh Nathalie buat memperdaya gurunya (iiihh dasar bandel!). Makin "dewasa" aja ceritanya, bener-bener kudu didampingin ortu bacanya (kalau perlu anak usia 12 tahun ke bawah nggak usah baca deh). Cerita "Jangan didorong" unik juga, dari point of view si Adik yang ada di troli.


9. NATHALIE #15: Yang Ter… di Dunia (Sergio Salma) – GPU, 2011, 48 hlm. * * *

Soal menirukan orang atau mendadani adiknya mirip "seseorang", Nathalie emang jagonya. Ngakak dengan cerita "Lakon teater", saat Nathalie menirukan ibunya sendiri dan Pierre meniru ayahnya, wekekekekkk. Bagaimana dnegan Junior? Masih tetap tersiksa dengan kelakukan sang kakak. Oh ya, adegan kekerasan lumayan banyak. So, tetap dan harus didampingi dengan ortu buat anak-anak yang baca.

10. SISTERS (Danielle Steel) – GPU, * * ½

Novel-novel Danielle Steel tak terlalu menarik perhatian saya. 2 atau 3 judul yang sudah saya baca, menurut saya sudah cukup untuk tahu gaya seperti apa yang Steel tawarkan. Tapi judul yang ini ternyata lumayan menarik perhatian saya. Persaudaraan 4 kakak beradik, yang diuji saat ibu mereka tewas dalam kecelakaan dan salah satu dari mereka buta.

Materi cerita ini menarik, dan sejujurnya cukup memaku saya untuk terus baca. Tapi oh tapi, heran juga ya dengan penulis yang sudah ratusan kali melahirkan novel tapi teknik dan gaya penulisannya tak ada perbaikan (eh, baca 3 novel sebelumnya sudah boleh kan menyimpulkan? :D). Mungkin karena merasa sudah punya pembaca setia kali ya.

Diksi dan kalimat-kalimatnya sangat flat.
Tak memberi ruang imaji buat pembaca. Verbal. Seperti begini: "Saya lapar. Saya mau makan. Saya pergi ke pasar membeli makan. Dan saya pun memakannya." Kalau bukan karena ide cerita yang saya suka, saya hanya baca cepat. Tapi saya harus memberi selamat buat diri sendiri karena baca lengkap.


11. SKANDINAVIA (Rossa Indah) – Bfirst, 2012, 346 hlm. * * *

Lumayan detail penjelasan tentang tempat-tempat yang dikunjungi, meski hanya 2 negara Skandinavia yang dikunjungi (Swedia dan Norwegia).


12. THANKS FOR THE MEMORIES (Cecelia Ahern) – GPU, 2012, 496 hlm. * * * 1/2

Plotnya agak mirip dengan Where Rainbows End, bikin pembaca gemas karena tokoh-tokoh yang "dibuat" sulit bertemu. Sukaaa dengan hubungan Joyce dengan ayahnya, dan jelan ending terharuuuuhhh (sampai hampir nangis saya). Pengen review panjang, tapi seperti biasa, nggak janji dulu :D.

26 comments:

  1. mpe dapat bintang 5.. kereen bangeet nih pasti bukunya..

    btw thanks ya mbak, dah diterima itenarary-nya :)

    ReplyDelete
  2. jadi, mana yang mau digelar di lapak? hihi

    ReplyDelete
  3. hihi, banyak yang di-skip untuk di-review ya, mb ...
    (merasa tertohok karena kemaren saya juga juga pamer judul bukunya aja, tapi review-nya belum ditulis sama sekali)

    ReplyDelete
  4. Kayla (sulungku, 10thn) hobby banget sama buku2nya Jacqueline Wilson, mb.
    Bahkan ada beberapa diantaranya yang dibaca berulang-ulang.
    Whedew, kalo aku mah mending milih buat baca yang lain kali, ya? :p

    Dan tentang puisi Dorothy Law Nolte, ah, couldn't agree more.
    Sejak pertama kali mengenal puisi tersebut (sekitar awal tahun 90-an -ketika saya masih single- apa, ya?), langsung nancep. Lalu saya tulis ulang di diary. Disimpen. Sampai akhirnya ngelahirin Kayla dan memutuskan untuk selalu menyelipkan puisi tersebut di balik TQ Note yang diiket di goody bag pesta ulang tahun sulung saya tersebut.

    *maap, jadi OOT*

    -diedit, karena mo nambahin sedikit-
    Kalo liat covernya, itu yang versi Inggris ya, mb? Soalnya kok tumben sama banget. Biasanya kalo yang versi terjemahan, covernya suka diganti2 gitu sama penerbit, no?

    ReplyDelete
  5. Oh, maaf.
    kurang teliti.
    Ternyata Gramedia, deng!

    *jadi maluuu, keburu njeplak dulu :D*

    ReplyDelete
  6. Hati-hati ya, nik, saya pecinta kucing, jadi bisa jadi bukan salero basamo, hehehehe

    ReplyDelete
  7. Hati-hati ya, nik, saya pecinta kucing, jadi bisa jadi bukan salero basamo, hehehehe

    ReplyDelete
  8. Ini memang tidak terekomendasi bagi yang sekadar ingin menikmati sastranya... tetapi kontennya mantap..

    ReplyDelete
  9. Wekekekk, belon sempat-sempat, fe. Pdhl udah dikumpulin tuh. Ada lebih dari 30 buku :D

    ReplyDelete
  10. Cat's Stories jauh banget tebelnya dari dog's stories ^^

    ReplyDelete
  11. Liat fotonya jadi ngiler berburu buku, nih. Makasih mbak Dee, jadi penasaran sama Cat Stories :)

    ReplyDelete
  12. whuaaa
    mbak, kasih bocoran ya sebelum gelar lapak, pingin ngecup duluan :D

    ReplyDelete
  13. semoga enggak kelewat pas m'Dee gelar lapak.
    *biar bisa ng-tek ini itu :D*

    ReplyDelete
  14. haha, ternyata ada saingannya ...

    ReplyDelete
  15. Kapan? Kapan? Kapan? Kapan? *soal buka lapak :D

    ReplyDelete
  16. Dian, mau banget neeh kalo mau digelar... kabar-kabari ya , biar ga ketinggalan...:D

    ReplyDelete
  17. seriusss nihhhhh.. whuaaa kumat deh balala matanya uniq, pdhl buku yg kemarin belum terbaca.. xixixiixi

    ReplyDelete
  18. wkwkwkwk.. ada yg pengen duluan... saingan ki lg nanti naaa..

    ReplyDelete
  19. Biasa deh, Mbak, suka sok sibuk hihihi. Pengennya review yang panjang gitu, meski suka gak sempat. Makanya apologi duluan :D. Gak papa "pamer" judul dulu, aku juga suka gitu hehe.

    ReplyDelete
  20. Wah, toss buat Kayla. AKu gak sampe baca berulang sih, cukup sekali saja hihihi. Buku-buku Tante Jacky memang punya tema cerita yang "berbeda", tokoh-tokohnya unik. Puisi Dorothy emang manteb banget. Dulu pernah mengadakan lomba menulis esai tentang peran anak muda, hamir semua peserta ngutip puisi tsb :)

    Sepertinya iya, mbak, covernya pakai cover Inggris. Rame dan cerah, aku suka ;)

    ReplyDelete
  21. Wekekekekkk... iya terbitan gramedia, tapi kayaknya gramed beli cover asli, mbak :)

    ReplyDelete
  22. Ya, tapi distempel "bukan novel biasa", jadi memberi ekspektasi pembaca bahwa ini karya sastra :)

    ReplyDelete
  23. ayooo, berburu... dikit lagi Islamic Book Fair lho (mulai jumat besok), jangan sampai terlewat :).

    ReplyDelete
  24. wekekekekkk, ok deh, ntar dikasi bocorannya ;)

    ReplyDelete