Monday, October 3, 2011

A Gift from a Friend: Dari Sekolah ke Dunia Bisnis, Perjalanan Wirausaha Saya

Rating:★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Merry Riana, Alva Tjenderasa
- Pada usia 26 tahun telah memperoleh 1 juta dolar, hanya dalam waktu 4 tahun setelah kelulusannya (dari NTU, Singapura).
- Motivator wanita nomor 1 di Indonesia dan Asia.
- Meraih berbagai macam penghargaan,; dari Top Rookie Manager of the Year, Top Manager of the Year, Agency Development Award, Spirit Enteprise Award sebagai Pengusaha Wanita Paling Sukses di Singapura, 5 Wanita Paling Cantik di Singapura, , dll
- Konsultan keuangan wanita yang serbabisa
- Selebriti Media
- Model majalah The Inspirant dan toko ritel fashion, + duta beberapa produk di Singapura.
- Artis muda; menyanyikan 5 lagu di album "A Christmas Gift", kolaborasi dengan 5 pemuda lainnya

Daftar di atas adalah rangkaian kesuksesan penulis buku ini, yang memenuhi sekitar 50 halaman awal buku, termasuk puluhan endorsement dari berbagai tokoh, artis, pengusaha. Highlight yang cukup membetot perhatian. Cover buku yang manis dan "perempuan banget" juga makin bikin penasaran.

Tapi semangat saya pengen tahu kunci sukses wanita ini langsung anjlok saat baca kalimat di halaman list kesuksesannya: "Hidup saya seperti kebetulan--sebuah kebetulan yang sangat indah dan menyenangkan..."

Jiyaaah, jadi cuma "kebetulan" toh?? Dapet 1 juta dolar itu kebetulan? Macak ciiih...?

Karena saya penasaran, saya tetap coba baca buku ini. Diawali dengan kisah dikirimnya Merry oleh orangtua untuk sekolah di negeri jiran Singapura, karena orangtua Merry khawatir dengan keamanan negeri ini (baca: Indonesia) yang pada tahun itu (1998) sedang terjadi banyak kerusuhan di mana-mana. Merry kemudian kuliah di Nanyang Technological University (NTU). Karena biaya dari ortu pas-pasan, dalam hari-hari tertentu di tahun pertamanya di Singapura, Merry harus rela makan roti atau mi instan, atau cukup dengan nasi+tahu+sayur tauge. Menurut Merry, mungkin Anda (pembaca) merasa tidak masuk akal saya bisa bertahan hidup satu tahun dengan cara seperti itu. Menurut saya sih masuk akal banget, lha wong saya punya banyak teman yang lebih merana dari itu, hehehe.

Sebelum lulus, Merry sempat KKN selama 6 bulan di sebuah perusahaan elektronik internasional. Itulah pekerjaan (sebagai karyawan) pertama dan terakhir baginya. Sejak itu dia mentekadkan diri untuk tak akan bekerja sebagai karyawan" dan mencanangkan "bebas finansial" pada usia muda, sebelum 30 tahun, dengan berwirausaha.

Buku ini dilabeli dengan subjudul "Dari Sekolah ke Dunia Bisnis, Perjalanan Wirausaha Saya". Tapi jujur, saya tidak banyak mendapatkan perjalanan wirausaha Merry. Misalnya: bagaimana dia memulai usaha bisnis jasa keuangannya (atau bisnis lain? tidak begitu jelas di buku ini, hanya disebutkan saat ini usaha Merry adalah bidang jasa keuangan, seminar dan pelatihan, serta nonprofit). Juga jatuh bangun mengelola bisnis (atau jangan-jangan nggak pernah jatuh yak? Cuma 4 tahun soale, hehe *ih, saya sinis banget sih!*

Isi buku ini lebih ke arah motivasi. Sayangnya, buat saya (buat saya lho) tak ada yang baru dari prinsip-prinsip motivasi yang dituturkan oleh Merry. Bedanya, mungkin Merry sukses mengaplikasi prinsip-prinsip motivasi tersebut dalam hidupnya, sedangkan saya tidak, hahahaha... *ketauan, ngiri!*

Well, it was okay saja buku ini menurut saya. Mungkin nanti di buku lain, Merry akan menuturkan lebih banyak, bagaimana dia bisa memperoleh 1 juta dolar tsb :).

Oh ya, yang cukup menyegarkan dari buku ini adalah berbagai foto Merry dengan berbagai pose, berwarna pula. Dari pose dengan gaun pesta memegang gelas anggur, pose duduk cantik dengan busana khas wanita karier nan sukses, pose memegang kamera, pose memegang salah satu award, pose megang buku, pose megang CD, pose membrri semangat, sampai pose lagi nelepon. Cakep-cakep... bajunya... :D

7 comments:

  1. hehe.. emang gak kebayang kalo menyebutnya punya wirausaha lalu diasosiasikan dgn jualan barang, krn yg dia jual adalah jasa.

    dia mengawali "bisnis"nya sebagai seorang agen asuransi (kebetulan aku kenal dekat dgn seorang agen asuransi yg hidup berkecukupan walaupun gak semilyuner ibu yg satu ini).

    agen asuransi kan seperti mlm. kalo bisa memotivasi anak buah, merekrut sebanyak mungkin klien (pelanggan asuransi), dll kan bonusnya makin banyak. di situlah dalam 6bln dia dapet 1jt dolar. bedanya dgn mlm, agen asuransi ada level mentok-nya. kalo udah mentok biasanya diangkat jadi manajer.

    pengalaman dia di bisnis asuransi membuatnya bisa menjadi seorang penasehat keuangan yg baik. jadi konsultan. tapi tetep judulnya kan "wirausaha" karena dia mendirikan suatu usaha konsultansi keuangan.

    ReplyDelete
  2. Ooo... bisnis asuransi toh? Jadi kebayang, karena bisnis ini memang sangat menjanjikan dengan syarat orang yang melakukan bener2 punya mental baja, rajin membuka peluang dan relasi, dll (jadi ingat adik seorang teman yang dalam waktu 2 tahun sudah mendapat bonus rumah seharga 1 M, mobil keren, keliling dunia, dan beragam bonus lain (jadi pengen, hihi).

    Yap, setuju, nit, wirausaha itu tak harus dalam bentuk barang. Dan tahu kalau usaha pertamanya Merry adalah asuransi, jadi nggak heran kalau bukunya lebih banyak tentang motivasi. Tapi, tetep penasaran juga sih sama pengalaman riilnya :)

    ReplyDelete
  3. Thanks link-nya ya, nit. will read it :)

    ReplyDelete
  4. Ealah, ini kenapa jadi komen soal pose2 si Merry, Mbak, hihihi :-D

    OOT:

    Oya Mbak, yg endors itu kutunggu :-)

    Juga surat pengantar yang 'ntu' dari Mbak Nita, sangat kutunggu :-D

    ReplyDelete
  5. Mmm, jika Merry jasa, mudahan suatu ketika bisnis pempekku juga bisa menasional bahkan mendunia ya, Mbak.
    Hihihi, si Ima tak takut bermimpi ;-D

    ReplyDelete