Thursday, May 10, 2007

Nggak habis pikir pada lelaki yang...


...suka mukuli istrinya (baca: kekerasan dalam rumah tangga). Sedih aja tiap kali denger kasus ini. Apa si pria:
- Lupa kalo lahir dari perut perempuan?
- Stres? depresi? Kenapa nggak nyiapin samsak aja buat dipukul? atau pukulin deh tuh pra koruptor!
- Trauma? apa nggak bikin trauma yang lain buat anak, buat istri? Jeruk makan jeruk dong!
-
Psikopat? fuiihh... Bagaimana mungkin wajah kalem, bersahabat, ramah,
baik hati itu ternyata menjadikan istrinya latihan "bertinju"? Bergidik
saya membayangkan kata-katanya yang manis dan menyenangkan kala
bertemu. Split personality?


"Mama
juga nggak abis pikir, kok bisa sih mukulin istri.? Seumur-umur hidup
ama papa, nggak pernah sedikitpun papa tangan papa nyentuh untuk
menyakiti. Kalo papa ngomong agak keras aja, mama udah sedih banget,"
ini kata mama saya.



Ahh... perempuan itu halus hatinya, lembut fisik dan perasaannya.
Sekalipun ia penarik becak, sekalipun ia buruh gendong, sekalipun ia
supir bus.


Lebih sedih lagi kala kepedihan itu disembunyikan dengan:
"Oo, belum lama kaki saya terantuk..."
"Kemarin nggak sengaja anak melempar mangkuk plastik, kena pipi, jadi biru deh..."
"Mata saya digigit serangga..."

Ahh... kenapa harus menipu diri?
Tegarkah kau perempuan, atau kau terlalu lemah untuk berkata "tidak!" pada lelaki itu?
Atau kau takut berpisah?
Atau kau perempuan memang selalu memiliki hati seluas samudera untuk memaafkan (berharap lelaki itu berubah?)

=========

Dari Muawiyah bin Haidah dia berkata: "Aku
bertanya, 'Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang diantara kami
atas dirinya?' Beliau menjawa: 'Hendaklah engkau memberinya makan jika
engkau makan, memberinya pakaian jika engkau mengenakan pakaian,
janganlah memukul muka, janganlah engkau berdoa agar Allah
memburukannya dan janganlah engkau menghindarinya kecuali di dalam
rumah'." (HR.Abu Dawud dan Ibnu Hibban)


"Orang
mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya,
dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik
terhadap istrinya." (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)


"Dan saling berpesanlah agar berlaku baik terhadap wanita." (HR Tirmidzi, hasan shahih)


"Dan berlemah lembutlah terhadap wanita." (HR. Bukhari 6018,6059,6066 dan Muslim 5989, 5992)


Umar bin Khattab
amirul mukminin, ketika sahabat datang ingin mengadukan perihal istrinya
justru ia mendapati suara istri Umar lebih tinggi dan nyaring
dibandingkan dengan suara Umar. Umar berkata: "Kehidupan itu
harus ditempuh dengan cara yang ma'ruf. Ia adalah istriku. Ia
membuatkan untukku roti, mencucikan pakaianku dan melayaniku. Jika aku
tidak berlemah lembut padanya maka kami tidak akan hidup bersama."





117 comments:

  1. KDRT, khususnya pemukulan istri oleh suami, banyak disebabkan faktor tekanan ekonomi, tekanan berat terhadap si suami (misalnya atasan dalam kemiliteran atau kepolisian), dan tekanan-tekanan lainnya. pelampiasannya, pada orang-orang di rumah (istri atau anak). ujung-ujungnya ya karena faktor lemah iman. :(

    ReplyDelete
  2. iya mba
    mereka lupa bahwa ibu mereka juga perempuan :((

    ReplyDelete
  3. Atau kau perempuan memang selalu memiliki hati seluas samudera untuk memaafkan (berharap lelaki itu berubah?)
    =============================

    yang ini banyak,mungkin berkorban demi keutuhan rumah tangga,demi anaknya agar ttp bersama kedua oreg tuanya....

    ReplyDelete
  4. Iya, betul, mas... al-imaanu yazidu wayankus... iman itu naik-turun, iman juga bisa bolak-balik. makanya ya... kita disuruh berdoa agar iman selalu ada dalam hati...

    ReplyDelete
  5. tante mereka perempuan, nenek mereka perempuan, nenek buyut mereka juga perempuan *halah, eror*

    ReplyDelete
  6. punya istri mestinya disayang ya :(

    teganya-teganya....... lho ko :p

    ReplyDelete
  7. iya, mungkin ya mbak... tapi bukankah anak akan lebih trauma saat melihat sang ibu sering dipukuli sang ayah? bukankah saat besar nanti agak berefek pada psikologisnya? ahhh...

    ReplyDelete
  8. harus itu, mkanya ari kalo punya istri ntar harus dsayang banget ya, awas kalo gak, ta' sulap jadi kodok! hehe

    ReplyDelete
  9. ngomong donk kos, ngomong... (lho? :D)

    ReplyDelete
  10. Ndak bisa ngomong mbak klo denger kasus2 kayak gitu :((

    ReplyDelete
  11. ikutan mbak yuni ber-aih-aih buat ari ah: aiiiiih, aiiiih... aiiihhh... (maksudnya anak cadel manggil ari, jadinya kan: aiiiihh... :D)

    ReplyDelete
  12. sepenuh cinta sang ibu akan berkata,'' ayahmu baik kok,dia lagi cape aja jadi marah2 makanya kamu jadi anak yg sholeh yaaaa!''

    ''doain bapakmu biar gak galak lagi dan jadi penyabar,ibu gak papa kok.''

    ReplyDelete
  13. sedih kalo baca/nonton kasus bgt...kalo emang dah gak suka, jgn dipukulin, dicerai aja kali...

    eh iya kan, mending dicerai aja?

    ReplyDelete
  14. iya, saya juga suka speechless, kos... apalagi kalo "si korban" di hadapan... aduuuh....

    ReplyDelete
  15. ahhh, perempuaan....
    contoh yang "dalem" mbak yuni... :(

    ReplyDelete
  16. hehe ini dapat dr cerita mp jaman bahela yg suaminya eror istrinya suabarrrrr banget.

    ReplyDelete
  17. walahh cerita anida maksudkuh....*mp mania sampe lupa daratan*

    ReplyDelete
  18. waaa ada tukang sulap....... *larilarilari*

    ReplyDelete
  19. kalo dicerai gak ad atempat pelampiasan lagi dong, nad... :(

    ReplyDelete
  20. ini mah cadelnya kelewatan ....
    yg ada tuh jadi ali ...atau ayi masa jadi aiiihh... :p

    ReplyDelete
  21. Hanya cowok pengecut yang memukul wanita !

    ReplyDelete
  22. maksudnya cerpen di annida mbak? wah, kudu baca nih *halah* :D

    ReplyDelete
  23. *ngejarngejar sambil ngacungin tongkat sakti*
    avrakedavra! avrakedavra! avrakedavra!!

    ReplyDelete
  24. iyah sekitar terbitan 14 tahun yang laluan...hehe

    ReplyDelete
  25. setuju banget! memukul untuk menutupi kelemahan diri.

    ReplyDelete
  26. Salah satu akar permasalahan adalah, di banyak kaum, secara kultural perempuan dikondisikan "bergantung" kepada laki2 (secara ekonomis, sosial maupun politis)... akibantnya laki2 merasa berkuasa (krn dia yg cari nafkah etc).

    Kondisi ini bisa "meletus" jadi KDRT pas ketemu laki2 yg tak memiliki tata nilai sosial yg mengajarkan kesetaraan laki2-perempuan (misalnya dr agama dan pendidikan).

    Perempuan tak bisa kemana2 seringkali krn tak berani berlepas diri dr "pegangan" hidupnya. Jalan keluarnya? hmmmm ...

    ReplyDelete
  27. walah... jebot banget. jaman segitu aku baca annida aja belon mbak, masih bandel. eh skrg jadi redaksinya, hihi

    ReplyDelete
  28. waduuuh kok bisa ya lulus sensor...secara aku malah yg maniak anida malah gak diangkat....^_^

    ReplyDelete
  29. :))) betul Ummi, salah satu contoh...

    b t w, sekali reply 2 maksud tersampaikan ya :)))

    ReplyDelete
  30. Betul. Itulah kenapa perempuan juga sebaiknya tidak sepenuhnya bergantung pada lelaki. Bukan, bukan jadi cewek perkasa yg gak butuh lelaki, tapi agar "siap" bila harus menghadapi hal seperti ini misalnya.
    Makanya dlm Islam perempuan punya hak kepemilikan harta yang gak bisa digugat suaminya *eh nyambung gak ya, nyambungin aja dah*

    ReplyDelete
  31. wooo ... nyambung bangeet... dulu sempet magang di ketok magic kan? :-p

    ReplyDelete
  32. wahahaha, betul yud
    mau dunk sprei en selimutnya, mbak! ;)

    ReplyDelete
  33. haiyaa........banyak maksud malahan....:))))))

    ReplyDelete
  34. Mudah2an isteri di rumah senantiasa bersyukur karena suaminya asyikasyik aja :))

    ReplyDelete
  35. waaah boleh boleh...asyik dapat rejeki dr pelanggan baru...*nglirik ammu yudi*

    ReplyDelete
  36. iya, waktu ketemu harry potter di bradford *jaka sembung bawa keris, piiiss...*

    ReplyDelete
  37. waaaaa lirikan mauuuut ....
    scr sosial politis dan ekonomis skrg ammu yudi saling bergantung sm perempuan je... kekekekek

    ReplyDelete
  38. Alhamdulillah... semoga aku juga dijauhi dari suami (eh calon) yang suka mukul, naudzubillahi mindzalik... (kecuali mukul nyamuk biar istrinya tidur nyenyak hihi).

    ReplyDelete
  39. asikk, asikk.. mo dibayarin yudi! :D
    bulan ini udah beli 2 sprei, bulan berikutnya aja ya mbak. tapi aku pengen motif kucing, adain dwoooonkkk... :D

    ReplyDelete
  40. walahhhh ......nyeni banget mba dian

    ReplyDelete
  41. secara geografis cucian deh kamyu hehe...

    ReplyDelete
  42. hahaha, itu namanya "keberuntungan" mbak ;)

    ReplyDelete
  43. buat yudi 1 baju = 50 pounds yak? lumayan buat nambah2 beli laptop, nyuci 10 baju dapet 500 pounds kekeke...

    ReplyDelete
  44. wah..aku mah sayang bener sama istriku...susah marah aku ini lho...suerrr....

    ReplyDelete
  45. Jadi inget materi waktu ikut pelatihan pendamping korban KDRT yg diadain Yayasannya Mbak Septi (Dwi Septi).
    Pernah ada kasus seorang perempuan tertangkap mencuri ayam potong di pasar, ternyata dia udah melakukan ini lebih dari sekali. Setelah diusut2 ternyata dia mencuri karena suaminya selalu memukul kalo si istri gak masakin lauk yang enak2, padahal suaminya pengangguran. Jadi biar gak dipukul si istri melakukan tindakan pencurian itu. Miris deh dengernya, segitu gak berdayanya ya perempuan.

    ReplyDelete
  46. Pelajaran berharga nih mbak dee, kalo mo cari calon jangan yang ringan tangan ya....;)

    ReplyDelete
  47. hhh... iya nih mbak, aku suka gak habis pikir.
    kadang mukul/nyiksa nya krn hal2 yg sepele.
    baru aja minggu lalu aku baca KOMPAS online, ttg suami yg tega bakar istri, padahal istrinya baru habis melahirkan, sampe bayinya kena juga, sampe kepikiran habis baca itu... kok tega ya?

    ReplyDelete
  48. cari yg ringan tangan membantu pekerjaan rumah aja ;-)

    ReplyDelete
  49. satu lagi mba: lelaki yg suka mukul istri tuh bukan lelaki tapi ben***g, hihihi

    ReplyDelete
  50. heuhehe...percaya dah mas berto... salam buat mba ai yak!

    ReplyDelete
  51. masya Allah...ada ya wajah kalem, bersahabat dan ramah tapi kelakuannya kayak gitu. itu penyakit bukan ya? waktu itu pernah nonton oprah ttg KDRT juga, tapi si suami bener2 gak sadar saat melakukannya, begitu sadar dan liat istrinya biru2 langsung nangis2 menyesal dan minta maaf. tapi kemudian diulangi lagi dan begitu terus.

    ~perempuan yg hebat ya masih bisa menutupi aib suami di hadapan orang walaupun dirinya sangat dizhalimi

    ReplyDelete
  52. hiks, miris banget, mbak lolly...
    mestinya si suami yg dipukul tuh biar kerja, huh mo enaknya ajah!

    ReplyDelete
  53. pelajaran buat indah juga ;)
    semoga Allah menjauhkan kita dari lelaki seperti itu ya, ndah...

    ReplyDelete
  54. iya mbak, aku juga bacanya merinding. mata dan hatinya udah ketutup banget yaa.... asli TEGA BANGET! "sakit" kayaknya tuh suami.

    ReplyDelete
  55. Wah, ada mbak. Aku sendiri gak percaya awalnya, soalnya ketemu ntu cowok begitu manis, baik hati, santun, aduuuh... gak nyangkabisa bag-big-bug ama istrinya.
    Iya, aku nonton tuh Oprah yang tema itu. Ada juga KDRT verbal, bukan melukai secara fisik tapi verbal, dan itu sama sakitnya. Kalo udah parah kayaknya psikopat. Aku pernah baca tanda2 psikopat, beberapa di antaranya itu, mbak.

    ReplyDelete
  56. mungkin laki-laki itu punya latar belakang yg gak baik, hingga berkepribadian ganda. semoga diberi hidayah & tobat.

    ReplyDelete
  57. salah satu faktor pemicu kayaknya, mbak...
    amiiin... tobat.. tobat.. tobat... ;)

    ReplyDelete
  58. Grrrrrrrrrrrrrrr...*tanduk dua Sikrit keluar*
    Emang bener lelaki yg begituan ciri khas yg penakut. Alhamdulillaaaaa aku dpt suami yg anti kekerasan. Smg Dian ntar dpt suami yang baik hati lembut lagi sholeh, amieeeeennnnn
    *peyuuuk peyuuuk Dee*

    ReplyDelete
  59. amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn....... 1.000.0000x hehe *peyuk mbak ita lagi*
    akang pat mah uhui dah! ;)

    ReplyDelete
  60. Amieeeeen 1.000.000.000.000 X
    Trims Dee, jadi malu dipuji begitu, uhuk uhuk...jadi pengen meluk Dian betulan jadinya :)

    ReplyDelete
  61. ntar kalo aku ke paris, kita pelukan betulan lagi ya kayak di utankayu dulu, hehe
    (mimpi aja dulu mo ke paris.. ;)

    ReplyDelete
  62. Oh jelas, kalo Dian ke Paris, aku servis abis, kalo bisa si Pat ambil cuti kerja khusus hihihihi...beneran lho.. terus kita peluk pelukan sepuassssnya deh ;))
    Oh ya atu lagi kalo bisa aku buatin mie ayam setiap hari, mie ayam yg di warung deket Anida mah kalah ama mie ayam buatan ku kekekekke...

    ReplyDelete
  63. Hiks, hiks... aku dulu bekerja utk mrk cukup lama Mba, sejak dataran konsep *di Alifah* sampe praksis, di WCC Rifka Annisa..., tapi tetep aja sediiiiiiiiiiiiiih banget, hiks hiks hiks...

    ReplyDelete
  64. Aku diginiin juga gaaaaaaaaaaak Mba????????? ^_^
    *ngiri mengiri dimulai* :-p

    Peluk Mba Itha dan Mba Dee aaaaaaaaaaaaaah :-)

    ReplyDelete
  65. Aku diginiin juga gaaaaaaaaaaak Mba????????? ^_^
    *ngiri mengiri dimulai* :-p

    Peluk Mba Itha dan Mba Dee aaaaaaaaaaaaaah :-)

    ReplyDelete
  66. Ngomong denganku apa ama Dian nih, karena mbaknya kan ada dua...;)

    ReplyDelete
  67. Yaa bolehlah satu lagi nambah..;)
    Kapan nih nyobain mie ayam ku

    ReplyDelete
  68. Waaaa.....! *pingsan sangking senengnya*
    aduh duuh... terharu... hiks... hiks...
    kita pelukan ampe gak bsia lepas ya mbak... :D
    ati2 ngomong mie ayama, mbak, ada yg msh ngidam *ngedip2 ke ari :p*

    ReplyDelete
  69. jangan pingsan, ntar jatahmu diambil Imaa..

    ReplyDelete
  70. Wah, mbak bakal gak tahan kalo ngadepin korban langsung, ma. bisa stres sendiri deh... hiks... Sekarang Rifka Annisa masih terus aktif melakukan pendampingan kan, ma? Masih inget banget waktu berkunjung ke sana, keramahannya itu lhohh, gak bakal terlupa...

    ReplyDelete
  71. *bertiga peluk2an virtual*
    tinggal deh Ilhan bengong, hihihi

    ReplyDelete
  72. waduh mbak dee .... katanya mau pulang
    malah ngomongin mie ayam :p
    wah kalau ke Prancis ndak jauh banget tuh....
    aku dikasih mie ayam juga ga ya :p

    ReplyDelete
  73. Sekarang! sekarang! *terbang pake daon pisang*

    ReplyDelete
  74. *rebutan mie ayam buatan mba ita ama ima*
    hihi

    ReplyDelete
  75. Ayo rame2 makan mie ayam di Clichy hehehe..monggooo..
    kesini jangan naik daun pisang, kegedean Yan, daun cabe aja, biar terbangnya mantaffff dna cepat

    ReplyDelete
  76. hehe, tadinya udah mo pul, eh ojeknya kagak dateng2... ya udah, lanjut ngempihhh ;)
    hayoo, deket tuh, samperin deh mbak ita.
    Mbak Itaaaaaaaaaaaaaa... ada yg ngidam niiiiiihhh!!!

    ReplyDelete
  77. perlu berapa mangkuk, kalo temen2 mahasiswa disini ampe dua mangkuk, itupun sblmnya makan nasi dulu kikikiki

    ReplyDelete
  78. pake daun pintu aja deh, mbak... hihihi.... aduuuh, kangeeen berat neh ama mbak ita...

    ReplyDelete
  79. hahahha dirimi bisa aja Yan....pokoknya untuk Dian mah daun pintu kel.Monlouis terbukaaaaa :)
    Ssst ojeknya dha dateng blom, ati2 dijalan ntar yaa..iih dah jam 10 malam!, Yan!!!

    ReplyDelete
  80. wah mau tuh 2 mangkok....
    boleh dibungkus juga ga mbak :p

    ReplyDelete
  81. kalo buat ari mah mangkuknya aja, mbak. mangkuk bekas mie ayam aku dan ima, hueehhe.

    ReplyDelete
  82. Boleh, di bungkus, tapi ntar di angetin di rmh ya ;))

    ReplyDelete
  83. Waduuh mangkuknya aja mah gk perlu dtg ke Clichy dunks ;))

    ReplyDelete
  84. belon juga neh, kayaknya kudu naek bajaj. baru jam 1/2 9 lebih dikit kok, mbak ;)
    makacih yaa mie ayam virtualnya. dadah... dadah... skrg beneran pulang neeh.... cup-cup!

    ReplyDelete
  85. tega sekali mbak dee.... kesono cuma dikasih mangkuk :((

    ReplyDelete
  86. Ati ati Diaaaaaan..
    salam kenal Ari...:)

    ReplyDelete
  87. iya mbak ita..... salam kenal juga :)

    ReplyDelete
  88. HHHalalaaahhhh..error dulu deh baca jurnalnya..baca judulnya dink..xixixi..laki2 semacam itu smg tidak kita jumpai dlm hdp kita ke depan..na'udzubillah..ngeri tuh klo penikahan malah dijadikan kesempatan buat para lelaki untuk bertinju..parah..
    sama mbk Dee=GAK HAbis PikiR
    miss u^_^

    ReplyDelete
  89. Mereka yang lupa perannya sebagai pemimpin, tau deh pertanggungjawaban di akhirat gimana, pada ga ingat punya anak perempuan, bikin trauma anaknya, ga berkaca juga kalo misal anaknya digituin mantunya gimana. Masih banyak ya wanita yang tak beruntung, punya suami suka KDRT gitu, sedih hiks.

    ReplyDelete
  90. Aku dapet..., aku dapeeeeeeeeeet :-p
    *langsung dimakan, semangkuk abis, ngerayu Mba Itha buatin lagi 1 mangkuk utk Mba Dee* :-p

    ReplyDelete
  91. Wow, sounds you're feminist Kang :-) that's great! ^_^ Titin of course will be safe in you :-p

    Btw, kalo yg ntu, solusinya ya empowerment lah! Secara ekonomi, pendidikan, wacana agama dstnya! Gak ada pilihan lain!

    ReplyDelete
  92. Yup, sudah kuambil
    *nyam nyam nyam, sibuk makan* sambil lirik2 Ari di Gron :-)

    ReplyDelete
  93. betul...suami tukang pukul itu pengecut...kalau berani sono gihh lawan preman pasar yang gede bin tatoan..jangan cewek yang dipukulii..huuu...

    ReplyDelete
  94. Suami : *nonjok pipi istri*
    Istri : Pa, makasih ya, kebetulan pipi mama yg ini butuh ditonjok biar giginya yg sakit ini lepas
    Suami : *pukulin punggung istri*
    Istri : Wah, makasih ya Pa, gatelnya jd ilang nih
    Suami: *lemparin sepatu ke muka istri*
    Istri : Makasih ya sayang, mama jd punya sepasang sepatu baru nih, kan yg sebelahnya udah dilemparin kemarin
    Suami : *mendorong istri ampe jatuh*
    Istri : zzz... zzz. zzzz...
    Suami : *bengong*

    == adegan diatas hanyalah rekayasa :) , tujuan dibuat agar para suami sadar betapa banyaknya akal para istri untuk menyembunyikan perasaan sakit ==

    -Na, yg td pagi lihat pembantu disiksa majikan-

    ReplyDelete
  95. jangan salah, ri, mangkoknya kan mangkok dari dinasti ming, hehe.

    ReplyDelete
  96. kenalan ni yee... ta'kenal maka ta'aruf, ta'aruf maka ta'makan mie ayamnya ;p

    ReplyDelete
  97. iya, naudzubillahi mindzalik... semoga Allah melindungi kita dari hal-hal seperti itu. Dan semoga perempuan2 yg mendapat ujian KDRT mendapat solusi terbaik atas permasalahan mereka. amin.

    ReplyDelete
  98. Iya, alhamdulillah buat wanita2 yg suaminya baik hati dan sholeh :). Mungkin (harus kayaknya) kita bisa bikin semacam women center, di mana wanita2 yg mengalami KDRT punya saluran untuk mengatasi permasalahannya. Udah ada sih, tapi kayaknya belum banyak ya. Kalo sesama perempuan saling membantu kan bagus banget tuh (ah, saya masih omdo nih, mbak :(

    ReplyDelete
  99. sambil nunggu mba ita buatin, jilatin mangkuk bekas mie ayam ima, hahaha jorok abizz*

    ReplyDelete
  100. Yap, setuju, ma. Kalo cuma satu sisi, jadinya solusi juga satu sisi aja, padahal sisi lain mungkin punya sumbang lebih gede. Jadi inget ustazah yang selalu ngasi nasihat sabar-sabar aja buat istri yang kena KDRT. Duh duh... sabar kan sifatnya aktif, bukan pasif...

    ReplyDelete
  101. iya, atau tantang mike tyson ato chris john, kan sebanding tuh ya...

    ReplyDelete
  102. ana.. ana.... dasar deh kamu, bikin ketawa tapi sambil miris, hikss...
    aduh duh, kemarin liat kucing terluka, sekarang pembantu disiksa majikan... huhuhu

    ReplyDelete
  103. wah panjang ya mbak.. banyak yg reply..
    emang kasus gini gak habis2..
    udah banyak yg aku lihat dgn mata kepala sendiri (maksutnya org2 korban dan pelakunya aku kenal sendiri)..

    ReplyDelete
  104. wah, mau dong nit crita2. maksudnya mba pengen tau lbh byk kasus2 kayak gitu.
    betul, gak ada abisnya selama msh byk pria yg gak sadar hakikat berkeluarga, tg jwbnya sbg pemimpin, dsb.

    ReplyDelete
  105. kalo masih inget ya mbak.. abis aku kan taunya di indonesia.. dah lama gak updet cerita2 dr sana.. ^^;;

    ReplyDelete
  106. masukin aja ke Anida :D pasti seru...

    iya nih, mata yg cuma dua seumur hidup n limited edition mesti menyaksikan adegan-adegan "panas", alias yg membuat mata menjadi merah :((

    nah ini, hari ini di "harian penunjuk arah" ada lagi berita istri dihajar gara-gara ga mau.... ga mau.. ah baca aja deh.. suebheeeelllllllll

    ReplyDelete
  107. hehe, gapapa, nit, santai aja... :)

    ReplyDelete
  108. alhamdulillah, dikasi mata dua, coba kalo dikasi mata 10? duh, berapa banyak adegan "panazz" yg mesti kita saksikan? cuma 2 aja belum tentu yaa kita bisa bantu, huhuhu

    ReplyDelete
  109. Nggak cuma kejadian di Indonesia kok.
    Imun pernah kerja cleaner di rumah penampungan wanita malang. Yah, beragam ceritanya. ada yang diperlakukan seperti pembantu dsb.
    Yang sering menyitir Qur'an kalo ngimel ke milis juga begitu. Istri belum habis nifas, datang mendekati, lalu bak buk bak buk. dan keluar kamar melenggang.

    Bodohnya, sang istri malah mau balik ke doi setelah sebelumnya diambil polisi untuk diamankan, supaya jangan dipukuli lagi.

    Kadang gregetan sampe ilang akal.
    'Duh, elo tuh punya prinsip gak sih? Sekolah sih tinggi, tapi logika jeblok'.
    Kalo dah dipukuli sekali, dua kali, suami tukang bohong pula, nggak dikasih nafkah betul, hyyyyy, ..*#@*

    ReplyDelete
  110. Dee, fotonya dah diterima dan aye terusin sama sekolahan.
    Mereka berkata, 'Thank you very much. It will be nice as well to see the face who takes care of the library'...Abang Biru Laut, kali maksudnya. He he he

    ReplyDelete
  111. bahh dasar lelaki..bahkan ada yg segitu retardednya ampe bikin site kaya gini
    http://www.menarebetterthanwomen.com/famq/ gila!disgusting bgtt!!eeeekkk...!!!

    ReplyDelete
  112. moga enggak basi... ngereply nya baru sekarang... :)
    kalau menurut studi gender, yg jadi penyakit laki2 yg KDRT ini adalah "karena dia merasa lebih hebat dari perempuan."
    Persis seperti isinya site dikirim mbak sonofamaria di bawah ini.
    Laki2 tipikal kayak gitu, lebih mudah ringan tangan ke perempuan.

    Kalau tipe yang merasa "sama2 hamba Alloh" (yang spt Rosul ajarkan itu..) dijamin enggak akan sewenang2 deh...
    Kalua ada org yg ngaku ustadz tapi masih sewenang2 sama istrinya, ini perlu dipertanyakan pemahaman dia ttg "kehambaannya pada ALloh."
    gicuuu

    ReplyDelete