Tuesday, September 20, 2011

Maria von Trapp: Kisah yang Menginspirasi Film The Sound of Music

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Maria von Trapp
“Anda orang ke dua puluh enam dari sederet perawat dan guru pribadi yang terpaksa harus mengurus anak-anak sejak ibu mereka meninggal empat tahun lalu. Hal ini bisa menjelaskan banyak hal pada Anda. Guru terakhir hanya bertahan dua bulan...”

Kepergian Maria Augusta dari biara Nonnberg sebenarnya hanya menggantikan untuk sementara sebagai guru salah satu anak Kapten Georg von Trapp. Namun siapa sangka, kepergian tersebut mengubah hidup Maria, yang kemudian ia tulis menjadi sebuah memoar yang terbit tahun 1949 (buku ini!), dan menjadi inspirasi film musikal The Sound of Music, yang dirilis tahun 1965 dan meraih Oscar pada tahun 1966 untuk—salah duanya—film terbaik dan sutradara terbaik.

Kecintaan pada musik dan bernyanyi adalah salah satu faktor pengikat Maria dengan Kapten von Trapp dan ketujuh anaknya; Rupert, Agathe, Hedwig, Werner, Maria, Johanna, dan Martina (di kemudian hari anggota keluarga bertambah dengan Rosmarie, Eleonore, dan Johannes—tiga anak Von Trapp dari Maria). Mereka tak pernah berniat membentuk grup penyanyi, hingga beberapa orang yang pernah menginap di rumah mereka mendengar mereka bernyanyi dan melihat bakat emas mereka. Ketika itu Kapten mengalami kebangkrutan, sehingga Maria memiliki ide untuk menyewakan kamar-kamar rumah mereka sebagai tempat berlibur.

Seorang aktris yang pernah menyewa kamar di rumah mereka secara tiba-tiba mendaftarkan mereka untuk ikut lomba paduan suara, yang terpaksa mereka ikuti, tapi bukan terpaksa mereka menangkan. Momen itulah yang akhirnya membuat mereka memutuskan membentuk paduan suara keluarga Von Trapp bersama Father Wasner, seorang pendeta yang memiliki suara emas dan tertarik bergabung dengan mereka. Sejak itu banyak undangan menghampiri. Mereka juga melakukan banyak konser di kota-kota Eropa.

***

Hampir tiga tahun buku ini saya beli tapi terselip rapi di rak buku, tak sempat saya baca, bahkan menyentuh pun tidak. Hingga beberapa waktu lalu saya menonton Oprah yang menampilkan para pemain film The Sound of Music setelah 45 tahun film itu rilis, serta penampilan Von Trapp Children--4 cicit Kapten von Trapp dan Maria. Setelah itu tiba-tiba saja saya mengambil buku ini, dan kemudian tenggelam dalam kisah Maria von Trapp.

Nggak menyangka juga, ternyata saya sangat menikmati memoar ini. Sisi-sisi lain Maria von Trapp dan keluarganya dituturkan dengan memikat. Tidak membosankan dan ditulis dengan gaya humoris. (Meski saya kerap terbayang wajah Julie Andrews sebagai penulis buku ini :D).

Buku ini sendiri bertutur tentang kisah keluarga von Trapp, sejak Maria pertama kali menginjakkan kaki di rumah Kapten von Trapp, menjadi guru bagi Maria, salah satu anak kapten (yang kemudian menjadi guru juga untuk keenam anak lainnya), membentuk paduan suara, terusir dari Austria karena pendudukan Jerman, hingga kehidupan mereka sebagai "pengungsi" di Amerika Serikat.

Ya, di film kisah berakhir saat keluarga von Trapp berusaha perg dari Austria, karena pendudukan Nazi Jerman. Bisa dibilang film tersebut hanya sepertiga kisah dari tebal buku. Kisah setelah itu masih panjang.

11 Maret 1938, Hitler dengan paham nazinya resmi menginvasi Austria. Ketika itu paduan suara keluarga Von Trapp sedang sukses-suksesnya. Mereka bernyanyi di hadapan raja, ratu, paus, dan ratusan ribu audiens di berbagai negara Eropa. Suatu hari, sang Fuhrer meminta mereka tampil menyanyi untuknya. Nasionalisme dan rasa benci pada penjajah tersebut membuat keluarga von Trapp menolak tawaran tersebut (ingat lagu Edelweiss?). Hingga tawaran ketiga, mereka tetap menolak. Mereka sadar bahaya mengintai karena penolakan tsb, hingga pada September 1938, mereka pun memutuskan pergi dari Austria untuk menyelamatkan diri. Amerika Serikat adalah tujuan mereka.

Di tanah baru, dengan bekal pas-pasan mereka mencoba hidup. Namun penolakan perpanjangan visa oleh dinas imigrasi AS membuat mereka harus meninggalkan AS bila tak mau dideportasi, hanya 5 bulan setelah tiba di AS. Undangan konser dari Denmark mengarahkan mereka kembali ke benua Eropa. September 1939, saat perang dunia I meletus, semua perbatasan ditutup. Konser di beberapa negara Eropa tak berlanjut. Takdir membawa mereka kembali ke AS. Meski sempat ditahan di Pulau Ellis saat tiba, kali ini AS benar-benar membuka tangan mereka, hingga bertahun kemudian akhirnya mereka resmi menjadi warga negara AS.

Tuturan Maria von Trapp tentang jatuh bangun dan suka duka keluarganya menyanyi dan menapaki kehidupan, memang mengasikkan. Pribadi Maria yang ceria, humoris, selalu berpikir positif, kentara sekali dalam buku ini dalam menyemangati keluarganya. Saya tergelak saat Maria keselek lalat saat bernyanyi (ini nggak ada di film :D). Well, nggak heran Kapten von Trapp jatuh cinta padanya, dan anak-anak kapten yang awalnya biasa saja, juga jatuh sayang dan tak ragu memilih Maria sebagai ibu baru mereka, dibanding Baroness Yvonne.

O ya, nilai-nilai kristiani begitu lekat pada keluarga ini, dan aktivitas menyanyi memang merupakan ”misi kristiani” buat mereka. Jadi, jangan heran kalau banyak ayat bertebaran dalam buku ini. Buat pecinta The Sound of Music dan ingin tahu lebih banyak tentang keluarga von Trapp, saya yakin buku ini akan menuntaskan rasa kangen.

Judul: Maria von Trapp: Kisah yang Menginspirasi Film The Sound of Music
Judul asli: The Story of the Trapp Family Singers, The Story Which Inspired the Sound of Music
Penulis: Maria Augusta Trapp
Penerjemah: Lanny Murtihardjana
Penerbit: Libri
Tebal: 506

Cover yang saya upload cover buku asli.

18 comments:

  1. huwaaa... banyaknya buku baguusss..
    mbaaaaakkk, pinjem dooong. hehehe :)

    ReplyDelete
  2. Bole banget, git. Sekalian aja bbrp buku kalo mo pinjam, biar sekaligus :D

    ReplyDelete
  3. beneran? huwaaa, baiknyaaa.
    asik asik. ntar kulist ya, mbak. hihihihi..:))

    ReplyDelete
  4. iya, masak salahan :p
    oke, dilist aja dulu, git. moga mbak punya buku2 yg dilist gita :D

    ReplyDelete
  5. Entah berapa kali nonton the Sound of Music, gak pernah boseeeen .....

    ReplyDelete
  6. waa..saya baru tau kalo sound of music itu kisah nyata..

    ReplyDelete
  7. jiyaahhh, hehe.... yg di film cuma sekitar 1/3 dari buku,. ternyata hamir mirip antara film dgn kejadian nyata-nya :)

    ReplyDelete
  8. woow, mbak kasih 4 bintang!
    a must buy book, pastinya, kan?

    *ga mau baca reviewnya :D*

    ReplyDelete
  9. gak harus buy, minjem bole kok, hehehe...

    ReplyDelete
  10. aku jg lihat acaranya Oprah, sampai terharu nontonnya..
    udah nonton filmnya berkali2 juga..
    bole pinjam jg tak? :)

    ReplyDelete
  11. Intan nonton film itu waktu disana. Sampe berulang2:)

    ReplyDelete
  12. Iya, saya juga lihat di Oprah, jadi akhirnya baca buku ini deh :). Pinjem?? Bole dunk.. ;)

    ReplyDelete
  13. mba rahma, boleh ga sih saya minta dicopyin bukunya .. krn saya coba cari dimana mana ktnya udah sold out ... kalau boleh, nanti saya bayar semua biaya copy dan ongkir dllnya .. saya di jakarta selatan mba .... kabarin ya mba ... thanks ... soalnya anak2 saya jg pengen baca bukunya...

    ReplyDelete