Friday, September 9, 2011

99 Cahaya di Langit Eropa

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Travel
Author:Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra
Dalam lintasan sejarah, selalu ada sekelompok manusia yang merasa lebih baik, lebih unggul, lebih superior dari manusia lain, yang kemudian melahirkan istilah rasisme. Rasisme juga yang jadi salah satu faktor pendorong diskriminasi, kekerasan sosial, bahkan yang lebih parah: genosida--pembantaian/pemusnahan sebuah kelompok/suku bangsa oleh kelompok lain. Sebut misalnya yang dilakukan Julius Caesar terhadap bangsa Helvetia. Bangsa Anglo Saxon terhadap suku Keltik. Nazi terhadap kaum Yahudi dan Slavia. Khmer Merah terhadap rakyat Kamboja. Hingga pembantaian bangsa Bosnia oleh Serbia dan suku Hutu terhadap Tutsi,di Afrika.

Tanpa bermaksud menafikan rasisme yang juga banyak terjadi pada agama lain, sepertinya abad ini Islam (dan kaum muslim) menjadi sorotan utama dan dalam banyak kasus mengalami berbagai diskriminasi. Peristiwa 911 (tampaknya kejadian ini harus selalu disebut) seperti menjadi faktor penguat Islam vis a vis Barat (baca Amerika dan Eropa). Meski kecurigaan-kecurigaan selalu ada di kedua belah pihak, banyak pihak berusaha mengubah stigma "berhadap-hadapan" tersebut, menjadi stigma "saling menguatkan" (kutipan endorsement Anies Baswedan). Salah satunya buku ini.

Bertutur gaya fiksi, dengan bernas--dan dalam banyak sisi menguras emosi--penulis menyampaikan jejak dan pertautan Islam dengan Eropa melalui perjalanannya menapaki beberapa kota di Eropa, antara lain; Wina, Paris, Cordoba, Granada, dan Istanbul. Sekali duduk saja saya membaca buku setebal hampir 400 halaman ini. Penuturan penulis sangat lancar, tak bergenit diksi, tapi tetap meninggalkan rasa sastra yang cukup dalam. Pesan-pesan bertaburan, tapi tersampaikan dengan cantik. Tentang peradaban Islam yang (pernah) memukau, tentang keagungan tokoh-tokoh muslim masa lalu--sekaligus kesalahan besar yang pernah dilakukan, juga tentang "kekalahan" kaum muslim.

Melalui tokoh Fatma misalnya, penulis menyampaikan pesan dakwah yang cantik, membalas perlakukan buruk non muslim dengan kebaikan. Jujur saya iri dengan Fatma, muslimah "biasa" imigran dari Turki yang dengan cerdas menjadi agen Islam.

Melalui tokoh Marion, kita diajak menelusuri "rahasia-rahasia" yang mungkin tak banyak kita ketahui dari Museum Louvre dan Arc de Triomphe yang berkenaan dengan Islam.

Melalui Der Wiener Deewan, sebuah restoran berkonsep All you can eat, pay as wish di Wina, kita diajak menyelami makna ikhlas.

Dan masih banyak keping-keping perjalanan penulis yang akan menyadarkan kita, betapa Islam begitu mulia, begitu agung, tapi seringkali umatnya lah yang membuat jelek imej Islam. Seperti kisah Kara Mustafa Pasha, yang disampaikan dengan begitu menyayat hati.

Setelah Selimut Debu dan Garis Batas, buku ini adalah buku traveling tak biasa yang saya suka. Semoga lekas hadir buku berikutnya dari penulis :)

***

Judul: 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis: Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra
Penerbit: Gramedia, 2011
Tebal: 424 hlm.

22 comments:

  1. Jadi pengen baca.. dah ada di gramed kah?

    ReplyDelete
  2. waah kudu baca deh klo gitu... garis batas msh aku baca, pelan2..sayang kalo cepet abis kalo belum nemu buku baru yg bagus lainnya lagi....:D

    ReplyDelete
  3. kemampuan membacaku kayaknya melambat nih, 400 hal bisa dua minggu lebih :D
    btw tokoh fatma dan marionnya nyata or tokoh fiksi?

    ReplyDelete
  4. udah naksir dari pertama kali liat, tapi belum sempet beli.
    baca resensi ini jadi makin pengen...

    ReplyDelete
  5. Tokoh nyata. Tapi namanya sepertinya disamarkan oleh penulis.
    Kemampuan baca melambat, coba deh gak megang BB, pasti aktivitas teralih ke membaca :p

    ReplyDelete
  6. samma ;). baguuuss.
    btw, paketnya bali lagi lho, krn Gita gak update alamat baru :)

    ReplyDelete
  7. waktu abis pindah [sebelum lebaran] aku udah sempet sms alamat baru ke mbak vina, mbak :)

    ReplyDelete
  8. Iya, tapi kayaknya telat, kita sudah kirim duluan paketnya. Soalnya hanya 1 paket yang balik ke alamat kita :)

    ReplyDelete
  9. Terima kasih *mewakili penulis* hehehe

    ReplyDelete
  10. ups... salah. maksudnya aku sms sebelum ramadan ke mbak vina. pas 2 minggu sebelum ramadan.
    tapi ga apa2, mbak. alhamdulillah, sekarang paketnya udah sampe. makasih yaaaa :)

    btw, emailku beberapa hari yang lalu nyampe nggak, mbak?

    ReplyDelete
  11. Ooh, gitu ya? Kalau gitu kayaknya lupa terupdate sama Vina :), atau ke nomor hp Vina yang dicuri. Anyway gapapa, yang penting kan sekarnag sudah sampai paketnya :)
    email naskah ya? Sampe...

    ReplyDelete
  12. Whuaaaaaaaaa, definitely will buy this book :-D
    Bisa jadi bahan risetku juga Mbak, Dee :-D

    ReplyDelete
  13. jadi beli deh hari ini, ternyata anaknya AMin Rais yah ...

    ReplyDelete
  14. Iya, beli deh, Ma. Bagus buat perbandingan :)

    ReplyDelete
  15. Wah udah beli :). Iya, anaknya Amin Rais, Len. Sebelum beli saya juga nggak ngeh.

    ReplyDelete
  16. Wahh jadi pengen Beli Mbak, tapi nggak yakin di Gramed Batam ada nggaknya. Soalnya Garis Batas sj belum ada padahal sudah dilaunching berbulan-bulan lalu.

    ReplyDelete
  17. Maaf baru balas. COba pesan di toko buku online (kalau di toko buku biasa belum ada). Bisa di bukabuku.com, kutukutubuku.com, atau bukukita.com :)

    ReplyDelete