Sunday, February 13, 2011

The Evolution of Calpurnia Tate

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Jacqueline Kelly
Evolusi of Calpurnia Tate
Judul asli: The Evolution of Calpurnia Tate
Penulis: Jacqueline Kelly
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Nadya Andwiani
Penerbit: Matahati, November 2010
Tebal: 384 hal

"Pada suatu hari nanti, aku akan memiliki semua buku yang ada di dunia ini, rak demi rak berisi banyak sekali buku. Aku akan tinggal di dalam sebuah menara buku. Aku akan membaca seharian dan memakan buah persik. Dan jika para kesatria muda berbaju zirah berani memanggilku dari atas kuda putih mereka dan memohon kepadaku untuk menurunkan rambut, aku akan melempari mereka dengan biji persik sampai mereka pulang." (hal. 20)

Ahahaha! itu salah satu paragraf yang cukup membetot diri saya. Gue banget gitu! (Eh, kalau kesatria baju zirah manggil sih, saya akan kedip-kedip, huehehe).

Calpurnia Virginia Tate atau Callie Vee, sebal saat harus disuruh ibunya merajut kaos kaki, belajar memasak, dan aktivitas "perempuan" lainnya. Hah, bagaimana mungkin ia harus menghabiskan waktu merajut kaos kaki 6 saudara laki-lakinya, juga kaos kaki ayah dan kakek? Padahal waktu tersebut bisa lebih menyenangkan bagi dirinya untuk meneliti, mengamati alam, dan melihat "keajaiban" spesimen melalui mikroskop tua kakeknya.

Menyenangkan sekali membaca cerita "girl power" dengan setting abad 19. Bagaimana gadis usia 11 tahun, begitu antusias menjadi naturalis, tapi kondisi saat itu menganggap tak biasa keinginan tsb. Beruntung Callie Vee punya kakek yang memiliki minat sama, meski awalnya ia tak dekat dengan sang kakek. Mereka pun bersahabat, bahkan sering melakukan "muslihat" di belakang punggung ibu Callie yang cukup keras terhadap anak perempuan satu-satunya. "Hukum penurunan sifat belum cukup dikenal: tidak seorang pun bisa mengatakan mengapa seorang anak sering kali mewarisi sifat-sifat khas kakeknya..." begitu kutipan penulis di bab 2 yang merupakan awal kedekatan Callie dengan sang kakek.

Oh ya, epigraf di tiap awal bab juga menarik, diambil dari The Origin of Species-nya Charles Darwin. Termasuk epigraf tentang "kedekatan" antara kakek dan cucu.

Yang juga sangat menarik adalah upaya penulis memasukkan pengetahuan dan wawasan tentang biologi. Sebuah novel remaja yang lengkap. Cerita yang cerdas, penulisan yang bagus, karakter yang cukup kuat, plus segar.

3 comments:

  1. wah....
    jadi pengen baca.

    diez suka novel kayak gini. bisa buat semangat.....n_n

    ReplyDelete
  2. sok atuh, dibaca diez. baguuuss! penerjemahnya siapa dulu donk *kedip2 ke antie* ;)

    ReplyDelete