Friday, April 16, 2010

Sik Asyik Fiksi Klasik

Fiksi klasik memang asyik. Meski ditulis puluhan bahkan lebih dari seratus tahun lalu, ada banyak fiksi klasik yang masih menyenangkan untuk dibaca. Bahkan, karya-karya tersebut seperti tak usang. Kita seakan membaca karya masa kini, yang melintas waktu.

Itu juga salah satu kekaguman saya kepada penulis-penulis seperti Samuel Langhorne Clemens alias Mark Twain (siapa yang bisa lupa dengan petualangan Tom Sawyer dan Huckleberry Finn?). Lucy M. Montogomery dengan seri Anne of Green Gables-nya yang begitu memikat. Jean Webster, yang begitu piawai menciptakan tokoh, merangkai cerita, sehingga saya seakan membaca sebuah novel yang baru ditulis beberapa tahun lalu, bukan 100 tahun lalu. Anna Sewell dengan Black Beauty, karya Sewell satu-satunya tapi hingga sekarang masih dibaca dan menyentuh jutaan pembaca. Mary Douglas Wiggin yang menulis Rebecca of Sunnybrook Farm, kisah gadis cilik penuh imajinasi yang telah diangkat menjadi film puluhan tahun lalu, dengan Shirley temple sebagai Rebecca.

Ada Johanna Spyri dengan Heidi. Frances Hodgson Burnett dengan The Secret Garden dan A Little Princess. Louisa May Alcott dengan karya fenomenalnya, Little Women, dan puluhan karya lain di antaranya An Old Fashioned Girl & A Garland for Girls. E. Nesbit, Jane Austen, Bronte bersaudara, Margaret Sidney, dan masih banyak lagi.

Membaca karya-karya mereka, saya seperti berada dalam mesin waktu. Karya-karya yang tak hanya indah, tapi juga hampir sebagian besar masih bertumpu pada norma yang lurus. Tak seperti karya-karya masa kini yang kadang memuakkan.

Jadi, saya senang karena makin banyak karya-karya klasik diterjemahkan. Menambah khasanah bacaan kita. Salah satunya penerbit anyar, Orange Books (haha, mulai deh promosinya kelihatan ;).

Berikut beberapa fiksi klasik perdana yang diterbitkan oleh Orange Books.


JUST PATTY
Penulis: Jean Webster
Penerjemah: Rien Chaerani
Penyunting: Azzura Dayana
Tebal: 272 hlm
Terbit: 22 April 2010
Harga: Rp35.000,-


“Menyebalkan!” kata Priscilla.
“Keterlaluan!” kata Conny.
“Kurang ajar!” kata Patty.
“Beraninya mereka memisahkan kita setelah tiga tahun kita bersama-sama...”
“Dan rasanya kita tidak terlalu nakal tahun kemarin. Banyak gadis lain yang mendapat lebih banyak nilai pelanggaran.”
“Kenakalan kita memang agak mencolok saja,” Patty mengakui.
“Tapi kita berkelakuan sangat baik selama tiga minggu terakhir,” sergah Conny.

***

Ya, Patty dan kedua sahabatnya Connie Wilder dan Priscilla memang memiliki reputasi sebagai gadis-gadis yang bandel di asrama SMA St. Ursula, AS. Tapi uniknya, mereka juga adalah gadis-gadis yang cerdas. Setelah beberapa tahun bersama, Miss Lord—guru bahasa Latin mereka—meminta kepala sekolah untuk memisahkan ketiga gadis itu di tahun terakhir, agar mereka tak lagi menjadi teman sekamar.

Patty dan kedua sahabatnya tidak terima. Mereka pun mengusahakan agar tetap bersatu, kembali menjadi roommate. Cara-cara yang mereka tempuh sangat banyak akal dan kocak.

Keisengan dan kenakalan ketiga gadis itu berlanjut. Dari “pesta tengah malam”, hingga menjodohkan guru olahraga mereka, Miss Jellings, dengan Mr. Gilroy.

Novel menawan tentang persahabatan, kenakalan, dan tentu, kecerdasan gadis-gadis muda di awal abab ke-20.



BLACK BEAUTY
Penulis: Anna Sewell
Penerjemah: Nadiah Abidin
Penyunting: Azzura Dayana
Tebal: 388 hlm
Terbit: 26 April 2010
Harga: Rp49.000,-

"Salah satu novel terlaris sepanjang masa dan telah diangkat menjadi film dan serial televisi."

"Novel tentang kehidupan kuda paling populer dan paling bagus yang pernah ditulis." –Amazon.com.

Black Beauty bukanlah seekor kuda biasa. Ia berasal dari keturunan kuda terbaik dan sejak kecil diajarkan ibunya untuk mengabdi kepada sang majikan. Sejak masih anak-anak hingga dewasa, ia berpindah tangan dari Tuan yang satu ke Tuan yang lain. Dari yang menyayangi hewan hingga yang kerap bersikap kejam padanya. Ia pun berganti-ganti tugas, mulai dari kuda tunggangan, kuda pedati, hingga kuda taksi.

Setiap kali dibawa ke pasar untuk dijual, ia selalu berharap mendapat tuan yang baik, yang bisa memahami bahwa ia tidak perlu dipecut sampai kulitnya sobek supaya patuh, atau bahwa ia merasa makin terbebani ketika kepalanya dipasangi check-rein yang berat setiap kali mengangkut setumpuk barang. Bersama Ginger, kuda betina sahabatnya, Black Beauty menjalani kehidupan yang berwarna.

Bercerita dari sudut pandang seekor kuda yang sabar dan baik hati, Black Beauty menjadi salah satu novel klasik paling menawan yang akan membuat emosi Anda terhanyut oleh tuturannya yang dalam dan indah.

Anda tak perlu menyukai hewan kuda untuk dapat menikmati novel ini, sebab pada dasarnya novel ini bertutur tentang ragam sifat dan perilaku manusia. Begitu banyak filosofi kehidupan dalam nvel ini, juga bagaimana menyikapi hubungan manusia dengan hewan, dan manusia dengan manusia.


POLLYANNA
Penulis: Eleanor H. Porter
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
enyunting: Rinurbad & Dee
Tebal: 312 hlm
Terbit: Awal Mei 2010

"Salah satu novel anak paling populer sepanjang masa. Telah diangkat menajdi film dan dipentaskan di Teater Broadway."

Tak pernah terpikir oleh Miss Polly Harrington bahwa hidupnya yang selama ini teratur dan penuh ketenangan akan ditingkahi kehadiran seorang gadis cilik. Gadis itu adalah keponakannya sendiri, POLLYANNA, yang dirawatnya karena sudah menjadi yatim piatu.

Pollyanna sosok yang ceria dan dengan cepat membuat orang-orang di sekitarnya senang. Ia menularkan kepada mereka suatu permainan ‘Sukacita’, sehingga siapa saja tidak menghabiskan waktu dengan mengeluh atau bermuram durja. Menurut Pollyanna, pasti ada sesuatu yang menyenangkan dalam kondisi apa pun.

Tetapi suatu ketika, Pollyanna mengalami kecelakaan dan terancam lumpuh seumur hidup. Masih bisakah ia bergembira dan bersukacita dengan keadaannya ?

***

Fiksi-fiksi klasik Orange Books berikutnya, insya Allah:
- Rebecca of Sunnybrook Farm (Mary Douglas Wiggin)
- When Patty Went to College (Jean Webster) - Kisah Patty dkk di dunia kampus.
- Pollyanna Grows Up (Eleanor H. Porter) - sekuel Pollyanna
- An Old Fashioned Girl (Louisa May Alcott)
- A Garland for Girls (Louisa May Alcott)

17 comments:

  1. Hihihi...curaang, mana proses kreatifnya, Mbak Dee..kan menunjang promosi juga:D

    ReplyDelete
  2. Proses kreatifku kan nyari naskah oke dan ngejar2 penerjemah, haha!

    ReplyDelete
  3. aku suka seri Anne of Green Gables, keknya bakalan terpikat juga sama Patty :)
    btw, Orange Books ini baru ya mb Dee ?

    ReplyDelete
  4. Kalo suka sama Anne, slain suka juga sama Patty, pasti bakal suka sama Pollyanna, Shant. Karena karakter Pollyanna agak mirip dgn anne, tapi lebih khas ;)
    Iya, Orange Books ini baru, shant ;)

    ReplyDelete
  5. aku udah baca hampir smua jane austen en bronte, sukaa..ini lininya lpph ya mba dee, udah terbit bukunya?pengen patty deh..

    ReplyDelete
  6. Makasiiii Mba Dee, insyaallah dicari ahhh
    Udah terbitkah?

    ReplyDelete
  7. "Membaca karya-karya mereka, saya seperti berada dalam mesin waktu. Karya-karya yang tak hanya indah, tapi juga hampir sebagian besar masih bertumpu pada norma yang lurus."--sepakat mb dee. dan saya selalu takjub, bahkan setelah lewat seratus tahun, keindahannya tak luntur dan kesantunannya tetap relevan di zaman sekarang.

    beneran deh, klasik nggak ada matinya :). salut utk pilihan buku orange books!

    ReplyDelete
  8. Wah, saya malah belum semua karya Austen baca, Dew :D.
    Iya, ini imprintnya lpph *wink wink*. Insay Allah Just Patty terbit tgl 22-23 April. Tgl 19 selesai cetak.

    ReplyDelete
  9. Insya ALlah minggu depan Just Patty & Black Beauty terbit Fe ada tuh tanggalnya di situ :). Pollyanna, mudah2an awal Mei udah bisa di toko2 buku.

    ReplyDelete
  10. dua-tiga pakat, ret! hehe.
    setuju banget dah. benerrr, kagak ade matinye!
    makasih yaa, non.

    ReplyDelete
  11. wah, makin tertarik baca fiksi klasik...thanks bgt mb dah sharing^^

    ReplyDelete
  12. waaah, kirain ada rame sale lagi :D
    kayaknya seru, nih...

    mbak, nama penerbitnya seger, ya, hehehe

    ReplyDelete
  13. Mba.. ketika diterjemahkan ke dalam bahasa asing dalam hal ini kedalam bahasa Indonesia, apakah tetap sebagus karya aslinya? maaf nih, cuma tanya... belum biasa baca fiksi klasik

    ReplyDelete
  14. horey! tertarik ma just patty...jadi inget sekolah2 asmara semacam mallory towers

    ReplyDelete
  15. @ luna: sama2, luna. jangan lupa dikoleksi bukunya ya. Black Beauty & Just Patty sudah bisa didapatkan di toko2 buku akhir minggu ini :)

    @ akunovi: sale mulu ;p. seger dunk, kalo beli bukunya dapet sekilo jeruk (minta sama penjual jeruknya tapi hehe)

    @ bearahmat: Relatif ya, mat. Kalau 3 buku ini saya baca asli dan terjemahannya tetap bagus tuh. Mudah2an begitu juga buat pembaca lain :)

    @ sinthionk: Siiiplah. Iya, JP memang agak mirip Malory Towers, tapi ditulis jauh sebelum MP :)

    @ Intan: Mbak malah blm nonton filmnya, tan. Jadi pengen cari.

    ReplyDelete
  16. Mbakk, aku paling suka kover yg warna item, hehehe :-D

    ReplyDelete