Sunday, December 6, 2009

Buku di November 2009

Rating:★★★
Category:Other
1. Addy’s Surprise: The American’s Girl Collection (Valerie Tripp) * * *

Buku ketiga tentang Addy, gadis cilik Amerika pada era Perang Sipil tahun 1800-an, tepatnya 1864. Setelah terbebas dari perbudakan, Addy bersama momma memulai hidup sebagai free person di Philadelphia. Menjelang Natal, Addy ingin memberi kejutan pada momma. Sehelai scarf cantik yang ia lihat di toko barang bekas Mr. Delmonte. Addy pun mengumpulkan uang dari tip yang ia dapat sebagai pengantar baju jahitan sang momma ke pelanggan. Suatu hari Addy mendengar kabar akan datang rombongan budak yang baru terbebas dari Baltimore. Mereka sangat membutuhkan bantuan. Akankah Addy merelakan uang yang ia telah kumpulkan untuk disumbang kepada para budak yang baru terbebas itu?

2. Felicity’s Surprise: The American’s Girl Collection (Connie Porter) * * *

Bila Addy adalah gadis Amerika di era 1800-an, maka Felicity adalah gadis Amerika di era colonial, 1974. Menjelang Natal, Felicity mendapat kejutan, undangan dancing lesson dari Lady Dunmore, istri gubernur Virginia. Untuk mempersiapkan pesta tersebut, mother berencana menjahit gaun baru untuk Felicity. Namun, belum lagi gaun tersebut rampung, mother jatuh sakit. Kehadiran Felicity di dancing lesson terancam gagal. Namun, Elizabeth, sahabat Felicity dan Ben, anak muda yang bekerja di toko ayah Felicity membantunya. Ben, yang tadinya mengecam undangan tsb, karena menurutnya itu sama saja bersikap seperti “loyalist”, karena gubernur adalah representasi “raja”, yang telah memperlakukan para “colonist” dengan buruk.Apa yang dilakukan Liz dan Ben?

3. A.M.S.A.T = Apa Maksud Setuang Air Teh (Syahmedi Dean) * * *

Seri terakhir dari tetralogi LSDLF (LSDLF, JPVFK, PGDPC, AMSAT). Menurut saya seri terakhir ini cukup complicated dan beragam isu yang diangkat, selain isu fashion tentunya (yang kata Albertiene di acara launchingnya beberapa waktu lalu, adalah dunia jahanam! beuuhh!). Dari kisah Nisa yang mati-matian mengusahakan majalah baru buat sahabat-sahabatnya, Risa yang hamil di luar nikah, Alif yang berharap CLBK, plus Didi yang, ya begitulah... (meski aku bete dengan statusnya, tapi karakter Alif-lah yang bikin segar cerita). Ada isu jilbab, politik, hingga KPK. Wayooo...!

4. A Series of Unfortunate Events 13: The End (Lemony Snicket) * * 1/2

Haiyahh, agak kuciwa sebenarnya dengan buku terakhir ini. Setelah edisi ke-12 yang cukup memberi clue yang seru, lha kok kayak anti-klimaks di edisi sial (13) ini. Malah jadi agak lebai deh terdamparnya mereka di pulau terus bertemu dnegan koloni dan aturan aneh Ishmael (kenapa juga namanya Ishmael?).

5. Jangan Berkedip (Primadona Angela & Isman Suryaman) * * 1/2

Idenya sangat menarik. Cerita-cerita sangat pendek. Tentu tak mudah membuat cerita dengan ide, tokoh, konflik, plot, dengan hanya sekian ribu karakter saja. Salut buat kedua penulis (yang juga suami istri), meski saya nggak begitu menikmati cerita sangat pendek. Mungkin karena saya (ternyata) lebih seneng didongengi dengan cerita panjang, hehe.

6. Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura (Claudia Kaunang) * * *

2 juta kelling 3 negara tsb? Sudah tersebut tiket pesawat? Ya, nggak lah, hehe. 2 juta itu hanya biaya akomodasi, konsumsi, dan transportasi darat. Meski begitu buku ini cukup menarik dan praktis. Bagus sebagai panduan untuk traveling/backpacking karena memberi tips-tips itinerary & rute perjalanan, info hotel/hostel & tempat makan murah, plus perhitungan biaya tiap hari.

7. Tanah Tabu (Anindita S. Thayf) * * * *

Keren. Nggak ragu deh saya kasi 4 stars. Novel dengan warna lokal dan nilai sastra yang cukup kental, tapi bacanya berasa novel pop yang enak banget dinikmati. Tuturan yang cerdas, menggigit sekaligus menggugah. Dua jempol buat Anindita. Pengen bikin review lengkapnya, nanti deh (meski nggak janji sih hehe *sering janji pulsa eh palsu*).

8. The Power of 10-10-10 (Suzy Welch) * * *

Sering nggak dengar petuah: "Makanya kalau memutuskan sesuatu, pikirkan efeknya di masa depan.". Buat Suzy Welch, konsekuensi dari tiap keputusan tak harus dilihat jauh di tahun-tahun mendatang, tapi bisa 10 menit-10 bulan-10 tahun. 10 menit-10 bulan-10 tahun sebenarnya secara garis besar saja, tapi bisa juga 1 jam-6 bulan-8 tahun. Yang jelas kita kudu memetakan dulu sebelumnya, bagaimana efek keputusan kita dalam jangka waktu tsb. Misal: Mau marah yang nggak jelas sama anak. Efek 10 menit: dada kita lega karena menumpahkannya tapi anak kita akan merekam kemarahan itu seumur hidupnya. Efek 10 bulan: rasa marah kita pasti sudah hilang, bisa jadi kalau kita tetap marah, cuma nysel doank. Efek 10 tahun: hanya tersisa trauma pada anak. So?

Kira-kira begitu yang daku tangkep, kurang tahu juga kalau salah, hihihi. Kalau kasusku mungkin begini: Pengen beli buku lagi dan lagi lagi, bagusnya gimana, tahan diri atau beli aja? Efek 10 menit: berasa puas karena bisa beli buku. Efek 10 bulan: tetap puas melihat buku yang dibeli 10 bln lalu. efek 10 tahun: makin puas liat rak buku. Hahaha, ini mah kagak ngepek!

9. Grand Avenue (Joy Fielding) * * *

Awalnya nggak tertarik lihat buku ini. Eh, lagi dijual murah. Penasaran aja mau coba beli satu judul. Lahh, ternyata asyik juga, langsung deh beli 3-3nya (yang diterjemahin emang baru 3 judul ini). Yang ini berkisah persahabatan 4 orang istri-istri, dengan beragam latar belakang, beragam karakter, beragam profesi. Di kemudian hari ada sebuah kejadian yang menguji persahabatan mereka, dan satu orang yang berkhianat.

Wah, Joy Fielding "pencerita" ulung. Saya baca novel setebal 400 halaman ini sekali duduk (tapi duduknya beberapa hari, hehe gak ding). Benar-benar nggak mau berhenti sebelum habis. Bahasanya perempuan banget. Cuma sayang, endingnya kruang kuat menurut saya, dan seperti biasa novel kayak gini kalau nggak ada adegan 17 thn ke atasnya gak resep kalee, padahal asli deh buat saya ngeganggu doank. Andai nggak ada adegan itu, saya kasi 4 bintang deh.

10. The First Time = Saat Pertama (Joy Fielding) * * *

Endingnya bikin haru, nangis ogut, hihihi eh salah, huhuhu... Lagi-lagi Fielding sukses bikin saya nggak mau berhenti baca sebelum tamat. Kisah seorang istri yang pernikahannya bagai sekam. Sebab sang suami gemar selingkuh dan tidak mencintainya. Hingga suat hari Mattie, sang istri divonis menderita skelerosis blablabla (panjang nama penyakitnya) yang hanya menyisakan 1-3 tahun sisa usia. Karena kasihan, Jake "kembali" ke rumah. Mattie hanya berharap, Jake mencintainya, satu kali saja.... akankah? Haru dah. tapi lagi-lagi adegan 17 thnnya bikin sebel. (Untung saya udah 19 taon, halah...).

11. Tell Me No Secret = Belitan Rahasia (Joy Fielding) * * *

Yang ini, baguslah nggak ada adegan 17 thnnya, adanya 20 thn, hehe, gak ding. Unsur hukumnya lebih kental. Jess Koster seorang pengacara merasa hidupnya dibayangi maut, setelah ia membantu seorang klien yang diperkosa. Tersangka pemerkosa kliennya tersebut kemudian tertuduh sebagai pembunuh. Hidup Jess makin terancam. Namun ada Don, mantan suaminya yang juga seorang pengacara. Don selalu ada tiap kali Jess merasa terancam oleh Rick, sang pembunuh. Cukupkah amankah Jess, tidak juga....

Buku kerjaan ;):

1. Sketsa Bidadari (S. Tary)

Novel tentang anak dan ibu yang mengharukan, tapi sekaligus juga segar. Nggak nyangka Tary bisa bikin pantun-pantun yang kocak ;)

2. 24 Jam Sebelum Menikah (Koko Nata, Taufan E. Prast, dkk)

Buat yang siap-siap nikah, buku ini cocok banget. Buat menguatkan sekaligus memberi beragam tips menghadapi hari H pernikahan.

3. Gadis Kota Jerash (Habiburrahman El-Shirazy, dkk)

Semua royalti telah disumbangkan untuk Palestina. So, kalau masih (masih kan?) peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina, membeli buku ini adalah salah satu bentuk kepedulian. Sekaligus mendapatkan cerita-cerita menarik dan mengaduk emosi dari penulis-penulis seperti Habiburrahman el Shirazy, Sinta Yudisia, Sakti Wibowo, Melvi Yendra, M. Yulius, Meutia Geumala, dan masih banyak lagi.


**Foto buku-bukunya belum ada, bawa kabel USB tapi kameranya ketinggalan, halah...

23 comments:

  1. Pasti ada buku travelling ya di daftar Mbak Dee:) BTW jadi inget belum beli AMSAT. Tapi yang ke-3 juga belum, hiks..

    ReplyDelete
  2. hehe, gak juga, teh, kebetulan ajah. perbandingan gitu... ;). yang ke-3, hmm... biasa aja sih menurutku, aku lebih suka yang terakhir :). aku punya yang ke-3, mo pinjem? hihihi

    ReplyDelete
  3. Ternyata ada lucu-lucunya ya Mbak? Covernya tidak menggambarkan soalnya, hehehe.

    ReplyDelete
  4. Nah, itulah uniknya novel ini, Mbak, Tary lihai menyelipkan pantun2 melalui karakter tokoh sahabat si tokoh utama. Ini buku remaja yang bagus lho (bukan karena yang nerbitin LPPH hehe).

    ReplyDelete
  5. Sangat suka dengan cover Gadis Kota Jerash... Birunya mantap!!!

    ReplyDelete
  6. eh udha beli ya, tah? good good good... hehe

    ReplyDelete
  7. Belum beli... hihihih...
    Yeah, gadisnya... ya birunya juga :D

    ReplyDelete
  8. wah...
    gadis kota jerash nya mbak sinta yg dulu menang lomba cerpen di annida jumbo itu kah?!
    saya cari bukunya ntar. cerpen itu menarik bgt bg sy. sempat 'bertanduk' krn annida jumbo sy dipinjam dan gk balik2 ampe skr. hehehe

    ReplyDelete
  9. dasaarrrr =))
    mungkin khusus yg ini perlu 20 tahun: rumah penuh sesak sampe gak bisa ditinggali :D (cartoon mode on)

    mbak ntar kalo aku di jkt, ajak2 hunting buku ya :p (pasti mbak dee tau kan ya event2/tempat2 sale hehe)

    ReplyDelete
  10. Hahaha, you're hillarioussssssss!
    Mba Dee banget dah! :-)

    ReplyDelete
  11. eeeehh.. ga nyangka ada buku yang ini... aku kaaan.. aku kaaaan.. aku kan ikut nyumbang cerita di situuuu... *malu-malu meong* hihihih... ditunggu kritikannya untuk cerita halaman 127 yahh :)

    ReplyDelete
  12. yup, bener, dym. makasih ya dah mo nyari, sampe dapet ya nyarinya, hehehe

    ReplyDelete
  13. sip sipp... kapan mudik, nit?? insyaAllah...cuma emang msh dikit tempat2 sale yg asik. kadang momentum gitu, pas ada sale, pas bukunya asik2. kadang sale tapi bukunya biasa ajah. moga ntar pas onit mudik, asyik2 ;)

    ReplyDelete
  14. ya eyalah, masak mbok'jamu banget, hihi

    ReplyDelete
  15. ya ampun ya ampun ya ampun, baru ngeh...! ih, gak bilang2, plis deh. udah aku baca bolak-balik ;p. gak sadar kalo fitri adiarti itu dikau (padahal pan dah bbrp kali beli buku yak, payah nih daku). selamat selamat, salah satu tulisan fav-ku di buku itu ;)

    ReplyDelete
  16. *ngelongok kolong meja, kirain ada kucing garonk* kekeke

    ReplyDelete
  17. *ngelongok kolong meja, kirain ada kucing garonk* kekeke

    ReplyDelete
  18. *ngelongok kolong meja, kirain ada kucing garonk* kekeke

    ReplyDelete
  19. huhuhu.. eh salah, haha... lgyan bc yg satu ni ktawa-ktiwi mpe menitikkan air mata :"D

    jdi kesimpulanny? teteub lah..

    -buku2ny Mba dee selalu deh ya ...-

    ReplyDelete