Sunday, July 19, 2009

Pemenang Kuis I Buku gratis dari Lingkar Pena

Sebelumnya, turut berduka untuk korban Bom Marriot & Ritz Carlton.
Bukan bermaksud "senang-senang di atas derita orang lain", tapi memang hari ini harus diumumkan pemenang Kuis Buku gratis tahap 1 (duh, nggak enak banget ya intro-nya... abis i'm numb... bom tadi pagi, saya baru aja tahu, telmi banget dah... jadi langsung baca berita yang bererot deh)

Oke, berikut pemenang komentar tentang buku La Tahzan for Mothers:
1. Eka Natasha
2. Stefani Fadinata
3. Yudith Fabiola

3 pemenang mendapat buku terbaru LA TAHZAN FOR WORKING MOTHERS

Dan ini pemenang pengalaman konyol sebagai istri:
1. Aan Wulandari
2. Rini Nurul
3. Shanti Saptaning
4. Shinta Ratna Dewi
5. Tria Ayu K.

5 pemenang mendapat buku terbaru "Diary Dodol (lagi) seorang Istri" yang ditulis Beby Haryanti dewi.


Dan, ini komentar tentang buku LA TAHZAN FOR MOTHERS yang menang:

"Buku LA TAHZAN FOR MOTHERS menjadi pemicu semangat bagi semua ibu agar bisa menemukan hikmah dari pengalaman hidup diri sendiri dan orang lain, belajar bersabar dalam kehendak Allah Swt., berbuat demi kebaikan menuju ridha-Nya dan ikhlas menjalani kehidupan karena sesungguhnya Allah Yang Maha Tahu segala yang terbaik bagi umat-Nya, mengingatkan supaya bertambah rasa syukur dan menghargai segala nikmat dan rahmat-Nya di kehidupan kita."
-Eka Natasha

"Menjadi ibu bukanlah hal yang mudah, apalagi jika sambil bekerja. Harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan keperluan setiap hari, mengurus suami dan juga anak. Jika saya dan suami lelah, terkadang tingkat emosi menjadi tinggi. Buku "LA TAHZAN FOR MOTHERS" memberi saya inspirasi untuk tetap bersabar dan menikmati tiap rutinitas. Tapi, selama kita ikhlas dan menyerahkan tiap problem kepada Rabb, insya Allah langkah kita akan semakin mudah. Jangan pernah mengeluh dan bersedih, ada Dia yang selalu melihat serta mendengar tiap doa kita, memilihkan yang terbaik meski kadang kita kurang suka."
- Stefani Fadinata

"Buku dengan sampul didominasi warna hitam dan jilbab ceria Mbak Asma, seolah-olah ingin mengatakan kepada saya, begitulah perasaan seorang ibu dalam menjalani perannya. Berganti-ganti warna hati, dari ceria kepada gundah, dari bahagia menjadi duka. Perasaan saya teraduk-aduk membaca buku ini. Isinya mewakili suara hati para ibu, mungkin perasaan para ibu di hampir segala penjuru ruang bumi. Kekalutan saat menghadapi rumah seperti kapal pecah-tidak ada masakan-segunung setrikaan, kecemasan menghadapi anak yang sering sakit, ketegangan menghadapi berbagai komentar orang-orang terdekat tentang berbagai hal yang menyangkut perihal mengurus anak, kekesalan menghadapi pertengkaran antar anak. Sungguh, semua benar adanya. Tidak mengada-ada. Dari mereka, para kontributor buku itu, saya belajar dan menyentil diri saya untuk selalu bersyukur untuk ujian 'kecil' yang mungkin pernah mengisi hari-hari saya."
- Yudith Fabiola


Dan ini pengalaman konyol para ibu....

"Saya bosan ditanya terus-menerus mengenai pekerjaan suami. Mungkin karena penampilannya yang tidak pernah berstelan rapi ala pegawai, kadang-kadang keluar dengan jeans belel dan sandal, tidur sehari penuh di suatu pekan dan pekan lain pergi pagi pulang malam. Menjelaskan profesinya dengan semudah mungkin telah saya coba, namun pertanyaan selalu muncul. Ide saya muncul ketika suami diberi jaket hitam, yang sampai kini menjadi pakaian kesayangannya, oleh seorang keponakan
lelaki. Saat pergi ke warung untuk belanja sayur dan kembali ditodong basa-basi berbau interview seputar pekerjaan suami, saya menjawab, "Dia debt collector." Spontan wajah para ibu yang tadi berceloteh ribut menjadi pucat. Nah, lho..."
- Rini Nurul

***

“Pokoknya nanti bukan aku yang nawar...” si Mas berkata sambil nyetarter motor, mau nganterin aku ke pasar.
“Lah, gimana. Aku kan nggak bisa...” kataku cuek dan menclok di boncengan.
“Makanya latihan...” katanya lagi.
Tapi aku cuekin aja. Cinta akan mengalahkan segala. Doi kan cinta banget ma aku. Pasti dia gak tega, dan akan tetap menawar sayur-mayur dan lauk-pauk yang akan kubeli nanti.
Yah, aku adalah penyuka harga miring, namun tak bisa menawar. Sementara si mas sangat jago dalam urusan ini. Jodoh kan saling melengkapi ya! So, aku santai-santai aja dengan kelemahanku ini.
Waktu hari pertama masuk pasar, doi yang asik tawar menawar sama si mbok-mbok Sementara aku jaim-jaim menghanyutkan. Diam-diam seneng, kalau kemenangan hasil menawar ada dipihak suami. Dan ngeluh kalau terpaksa kalah.
Rupanya, lama-lama tengsin juga tuh si mas. Masa sih, malah lakinya yang bawel?
Akhirnya, dengan meluluh-lantakkan kepedean sang istri, yang merasa suaminya akan tetap menawar tahu tempe untuknya atas dasar cinta, doi memilih kepanasan di parkiran, duduk di motor, membiarkan istrinya masuk pasar sendirian.
Huh!
- Aan Wulandari

***

Suatu siang di hari kerja, ada seseorang yg mengetuk pintu rumah saya. Begitu saya bukakan, si mbak cantik yg mengetuk itu langsung nodong "Siang mbak, ibunya ada?". Saya bingung, ibu siapa maksudnya ? Oh, mungkin yg dimaksud nyonya rumah, dan saya yg saat itu hanya mengenakan celana pendek+Tshirt dikira pembokatnya. Setelah sejenak bingung kemudian saya menjawab "Oh, ibunya tidak ada mbak" (saya tidak merasa bohong karena saya dipanggil mama, bukan ibu oleh anak saya). "Oh, kalau gitu tolong nanti disampaikan pada ibunya, saya dari perusahaan XXX, mau ngajakin bisnis XXX". Ketika si mbak bersiap meninggalkan pintu rumah, tiba-tiba terdengar suara anak kedua saya "Mama, Bram mau susu". Si mbak menoleh pada saya dengan muka bingung, dan saya tersenyum canggung sambil menutup pintu ...hihihihi.
- Shanti Sataning

***

Pada satu pagi, seperti biasanya menjadi saat paling repot untuk ibu-ibu, begitu juga aku. Sebelum belanja untuk makan siang, aku harus menyiapkan sarapan dan menyiapkan mandi anakku yang usianya baru 3 bulan. Tadinya sih ingin semuanya selesai dengan cepat, apa daya, berkat kecerobohanku malah jadi berantakan.
Waktu itu, aku akan memasak air untuk mandi Faiz anakku. Setelah menyalakan kompor, akupun meninggalkan dapur dengan santainya. Aku kemudian tenggelam menyiapkan peralatan mandi anakku. Lama-lama, aku mencium bau makanan gosong, "wah, tetangga ada yang masak sampe gosong" pikirku sambil terus menyiapkan peralatan mandi anakku. Tapi bau gosong tak juga hilang, dengan sedikit curiga, aku masuk ke dapur. Betapa terkejutnya aku, karena ternyata masakan gosong itu berasal dari dapurku. Dan air mandi anakku tetap dingin. Ternyata, aku salah menyalakan kompor. Bukan kompor air mandi anakku yang kunyalakan, tapi kompor yang ada wajannya berisi sayur! Tutup wajan yang terbuat dari plastikpun meleleh. Jadilah pagi itu, kami sarapan dengan lauk sayur gosong .. Ampun dah.
- Shinta Ratna D.

**

Salah satu hal paling menakutkan bagi saya dalam pernikahan adalah memasak. Hehehe, lebay ya? Tapi bayangkan aja kalo suami saya kudu makan gorengan tiap hari. Tempe goreng, tahu goreng, telor goreng, sosis goreng, nugget goreng ... duh, gak kreatif. Gimana kalo suami bosan, coba? Kalo kangkung pun bisa digoreng, mungkin akan saya persembahkan kangkung goreng buat suami tercinta, hehe. Gimana lagi, saya nggak bisa masak. Pernah nyoba masak tumis, rasanya nggak karuan. Tapi suatu hari, saya menemukan bumbu istimewa yang membuat suami mencintai masakan saya (dan semakin mencintai saya, hehe). Jawabannya adalah TAUCO! Suami suka banget tauco. So, modal saya untuk masak hanyalah sedikit bawang bombai dan cabe plus setengah botol tauco. Boros tauco asal suami doyan gak papa, deh! Pokoknya, apa pun lauknya, asal berlumur tauco, suami pasti suka. Apalagi waktu saya nemu tauco Kokita yang udah berbawang dan bercabe, memasak jadi lebih mudah. Mo masak tumis kangkung, tempe, ayam, dan lain sebagainya? Tinggal iris-iris bahan, panaskan minyak sedikit, klumbrukin bahan, lalu guyur dengan tauco yang sudah berbumbu itu. Kasih air secukupnya lalu nonton tivi ato fesbukan selama 10 menit. Balik ke kompor, bumbu sudah meresap dan masakan istimewa siap disantap. Namun, entah kapan lidah suami saya dapat bertahan ... ihiks!
- Tria Ayu K

6 comments:

  1. Memang pantas menang!:-) congrats yak ibu-ibu!

    ReplyDelete
  2. makasi yaa LPPH
    semoga makin berjaya! :)

    ReplyDelete
  3. Selamat buat pemenang.. semoga makin rajin baca buku :-)

    ReplyDelete
  4. seru niy ...boleh ikutan kuis ke-2 gak mbak Dee ? hihihi...maruk.com

    ReplyDelete