Tuesday, February 12, 2008

Buku di Januari

Rating:★★★
Category:Other
Maunya sih sering-sering ngereview buku, tapi apa daya tangan tak sampai, nasi telah menjadi bubur, ada katak dalam tempurung, pura-pura dalam perahu, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui = mana sempaaat?! So, saya—berencana—bikin daftar buku yang telah atau sedang dibaca tiap bulan (mudah-mudahan rencana berjalan mulus, bukan cuma sekali ini saja, ho ho ho).

Saya urut buku-bukunya alfabet.

1. Bag of Bones = Sekantung Tulang (Stephen King) - Gramedia, 2006 **
Ini novel pertama King yang baru saya baca. Norak? Nggak apa-apa, kuterima dengan besar hati (pletak!). Entah ya, dari dulu saya nggak begitu tertarik sama novel-novelnya. Habis saya nggak begitu suka dengan cerita misteri yang agak-agak serem (hidup sudah susah tanpa baca yang serem-serem, hihi). Satu-satunya buku King yang sudah saya baca sampai habis adalah Stephen King on Writing. Back to Bag of Bones, hmm, ini sebenarnya list buku dua bulan lalu. Bener kan, saya nggak begitu menikmati baca novel ini. Baru 1/2. Nggak tahu mau dilanjutin kapan. Ceritanya menurut saya aneh (tapi cerita-ceritanya King emang aneh kan?).

2. Bahagiakan Diri Dengan Satu Isteri (Cahyadi Takariawan) - Era Intermedia, 2007 ***
Hehehe... (idih, belum apa-apa ketawa). Buat (sebagian besar) ibu-ibu, pastilah “senang” baca buku ini ;)

3. Betsy dan Sang Kaisar (Staton Robin) - Gramedia, 2006 ****
Selain Does My Head Look Big in This, ini teenlit yang lumayan beda yang diterbitkan GPU. Tentang Betsy Balcombe yang menjadi “teman cilik” Napoleon Bonaparte saat dalam pembuangan di St Helena. Setelah baca novel ini, saya jadi pengen baca buku harian yang asli ditulis Betsy. Oh ya, kisah Betsy, gadis 14 tahun yang berteman dengan Napoleon, memang kisah nyata.

4. Ceddie (Frances Hodgson Burnett) - Read!, 2007 **
Kalau saya baca pas masih kecil, pasti bakal suka buku ini ;).

5. Chicken Soup for the Soul: Hadiah Terindah – Gramedia, 2006 ***
Versi komik dari beberapa kisah yang pernah dibukukan. Tetap mengharukan, tapi saya lebih senang baca versi aslinya, lebih “berasa”.

6. Dunia Sukab (Seno Gumira Ajidarma) – Gramedia, 2002 **
Saya suka Seno, tapi baca kumcer yang ini, nggak banyak dapat apa-apa.

7. Felix: Seri The Wild Soccer Kids – Little Kaifa, 2006 ***
Ini seri tentang anak-anak yang suka banget sepakbola. Mereka membentuk tim. Anggota tim karakternya beda-beda (tentu) dan unik-unik. Tapi saya lebih suka seri yang ketiga (Vanessa), lebih kocak dan konyol, apalagi neneknya Vanessa, kekeke.

8. I Feel Bad About My Neck (Nora Ephron) – Zahra, 2007 **
Saya penasaran sama nih buku karena Nora Ephron adalah penulis Sleepless in Seattle dan You’ve Got Mail (huh, ini film favorit saya). Baca ¼ awal asyik sih, tapi lama-lama kok nggak nyambung ya? Lebih ke beda kultur kali ya. Buku ini adalah kumpulan tulisan Ephron tentang kecemasan/keresahan wanita mengenai usia yang menua, rambut, botox, dsb. Ephron menulis dengan gaya sarkasme, lumayan kocak, tapi ya itu saya nggak terlalu menikmati.

9. Little Princess (Frances Hodgson Burnett) ***
Sama kayak poin 4, hehe. Tentang anak yang beruntung, mengalami ketidakberuntungan, kemudian beruntung lagi.

10. Minoes (Annie G. Schmidt)****
Hai, para cat lover, kayaknya ini bisa jadi buku wajib deh :D. Saya curiga, penulis buku ini pasti dulunya kucing! Kocak deh nih buku. Tentang Minoes, kucing betina yang berubah jadi manusia. Tapi banyak kekhasan kucing yang belum hilang dari diri Minoes. Contoh: tidur di kardus, nggak bisa nyium bau ikan, dengkur khas kucing, kabur kalau lihat anjing, dsb. Minoes (dengan kucing-kucing lain di “kantor berita kucing”) membantu karir Tibbe, seorang jurnalis, yang membantunya memberi tumpangan tempat tinggal. Yo yo, pecinta kucing, jangan sampe nggak baca nih novel ;).

11. Nello (Ouida) – Read!, 2007 ***
Saya pengen nangis pas baca ending buku ini. Tragis, ihik...

12. Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil (Remy Sylado) ***
Remy menulis dengan cukup detil, ada fakta-fakta yang belum banyak diketahui. Tapi saya nggak begitu suka dengan narasi dan gaya bahasanya, meski saya suka dengan usaha Remy untuk “memasyarakatkan” istilah-istilah “pribumi” seperti arkian, karwuh, garwo, dsb. Saya udah bikin reviewnya (buat Annida sih ;), ntar saya posting juga.

13. PS I Love You (Cecilia Ahern) – Gramedia, 2007 ****
Filmnya lagi beredar neh di bioskop. Bahkan Gramedia sampai ngambil momen cetak ulang dengan cover poster bioskop (ck...ck...). Saya suka banget sama nih novel, secara saya emang suka yang romantis-romantis dan mengharu biru, hihi. Tentang Holly Kennedy, yang ditinggal suaminya, Gerry. Namun sebelum meninggal, Gerry telah mengatur beberapa hal agar Holly dapat melanjutkan hidupnya (secara masih muda gituh waktu ditinggal, 30-an). Gerry menulis 10 surat yang harus dibuka Holly setiap awal bulan. Isi suratnya singkat, tapi membuka mata Holly tentang banyak hal. Pokoke cewek banget dah nih novel. Tapi jangan tanya soal narasi novel ini, maaf deh... jelek! Untungnya materi ceritanya cukup oke.

14. Ready or Not (Meg Cabot) – Gramedia, 2005 *
Beli novel ini karena 30%-an ;). Plus agak penasaran setelah baca sekuel pertamanya “All American Girl”. Walah, ternyata jauh. Sepanjang buku masak cuma berisi kebingungan siap making love atau nggak? Ugh. Memang sih gaya mengalir Cabot tetap asyik dinikmati, tapi dari isi mah kagak ade. Nyesel juga beli.

15. Re-code Your Change DNA (Rhenald Kasali) – Gramedia, 2007 ***
Penasaran juga sama nih buku. Dan berhasil minjem dari Tante Nanik. Oke, lumayan bagus. Cuma nggak tahu ya, saya nggak begitu suka gaya layout buku seperti itu. Dengan petikan-petikan di tiap halaman.

16. The Class of 58 (Eric Segal) – Gramedia, 2007 **
Novel pertama Segal yang saya baca. Kata tetangga sebelah yang minjemin, sebaiknya baca Love Story dulu (yang katanya sih oke banget). Kayaknya saran si tante benar, soalnya baca novel yang ini “capek”. Tokohnya banyak, konfliknya muter-muter, terlalu bertele-tele menurut saya. So, belum saya baca sampai abis, baru 2/3. Mana ada propaganda zionisnya, uh.

17. The Firework Maker’s Daughter = Puteri si Pembuat Kembang Api (Philip Pullman) – Gramedia, 2007 **
Buku yang mengajarkan perjuangan untuk menggapai sesuatu (impian). Tapi saya nggak terlalu menikmati bacanya.

18. The Worry Website = Situs Masalah – Gramedia, 2007 (Jacqueline Wilson) **
Lama-lama bosan juga dengan tokoh-tokoh yang dicipta Wilson, yang seringnya anak broken home, ayah ibu cerai. Jadi, 2 bintang aja deh buat buku ini.

19. Wanderlust (Chris Dyer) – Gramedia, 2004 **
Termasuk buku 30% launch Gramedia. Maksud hati pengen nikmati setting berbagai negeri yang “dijanjikan” di back covernya, ternyata gitu-gitu aja. Belum abis dibaca juga, baru 1/2.

20. Selain buku-buku di atas, sejak Desember kemarin saya lagi suka baca Komik The 99. Tergoda tawaran langganan yang diskonnya sampai 50%. Tiap bulan langsung dikirim dua edisi. Asyik juga nikmatin komik ini.

Fuuh, belum apa-apa resolusi awal tahun kemarin udah kacau. Maunya baca buku yang lebih bermutu, ternyata mentok-mentok juga di fiksi yang begitu-begitu, hehe.


PS:
Standar bintang ngikutin Goodreads:
***** It was amazing
**** I really like it
*** I like it
** It was okay
* I don’t like it

39 comments:

  1. weits,, banyak banget mba... kuat tuh? percaya deh sama mba dee..
    moga tenri bisa nyontoh.

    ReplyDelete
  2. hehe, dalam rangka ngabisin stok kalap di gramedia, ten. lagian, buku2nya banyakan ringan kok, fiksi. trus ada yg blm abis dibaca juga tuh. eitt, jangan dicontoh, baca buku2 yg bener aja, haha!

    ReplyDelete
  3. iya kemaren liat PS:I Love You di gramed..
    lho lho koq sampulnya udah jadi Hilary Swank dan Gerard Butler

    ReplyDelete
  4. ho oh, emang pinter ngambil momen deh.
    udah nonton filmnya, mbak dyah? aku penasaran pengen nonton hehe.

    ReplyDelete
  5. gile. buseeeeettttt... banyak banget baca bukunya.
    pantesan mbak Dee jadi T O P B G T..!!1

    smoga bisa niru.. amiiinnn...

    ReplyDelete
  6. udah nonton, top banget.
    suami ketiduran, istri berkaca-kaca hahahha
    tontonan cewek banget

    ReplyDelete
  7. @ ti2n: ini kan januari, tin, semangat abis kalap beli buku en banyak libur. coba ntar liat bulan2 berikut, hehe.

    ReplyDelete
  8. @ dyru: wahahaha. emang kudu nonton nih ogut. pengen berkaca-kaca...

    ReplyDelete
  9. Mbak, bukunya Eric Segal yang paling kusuka itu The Doctors, tentang lika-liku perjuangan mahasiswa kedokteran. Keren banget deh! Kalau Love Story malah belum beli, abis gak suka buku romantis, hehehe;D.Kalau Stephen King baru baca Rose Madder doang...emang agak perjuangan buat namatinnya, bahasanya ribet, kebanyakan deskripsi, bosen jadinya, hihihi:)

    ReplyDelete
  10. The Doctors belum baca, krn emang baru The Class aja yg udah hehe. Iya, perlu perjoengan, capek bacanya.
    Wah, gak suka yg romantis2 toh, Mbak? Rugi lho, hihihi

    ReplyDelete
  11. masih ngantor ni mbak ???pulaaang dah malem !:P
    wahhh aku pgn nonton PS I love u , utk love story erich seagal..hmm...critanya mnrtku sih standar...jatuh cinta, nikah, istrinya sakit, mati...udah...hiksss...tp sedih sih...soalnya si suami setia bangetttssssss....;)

    ReplyDelete
  12. ampun, banyak banget mbak dee...saluuuuttt!!!
    pengen ikutan bikin resensi singkat kayak mbak Dee ah...
    gak kreatif ya? biarin...:p

    ReplyDelete
  13. wahh...banyak bangetttt...
    penasaran ma pangeran diponegoro. buku remy y lain soalnya saya suka banget. tapi kok lumayan ya, harganya

    ReplyDelete
  14. mbaaaa, pan udah ikutan goodreads..kok masih rajin juga buwat catetan di empeh? ck ck ck..subhanallah deh

    btw, fe berharaaaaap bangeeeet buku buku bagus yang mba baca ada di library sini hehehe

    ReplyDelete
  15. mba, jangan bilang bacaannya ga bermutu dwoonk, jadi ikutan maluw :">.
    Fe mah gimana mo baca yg srius, baca fiksi aja diuber-uber ama setrikaan, cucian hehehe

    ReplyDelete
  16. gilaaa dalam sebulan baca 20 buku? :-O
    saluuut (inget dulu mbak dee cerita bacanya lebih cepet dr aku)

    ReplyDelete
  17. kalo buku yg ini akhirnya jadi melakukan apa nggak?
    kalo gak jadi, bisa buat bantu yg mengalami masalah serupa..

    ReplyDelete
  18. wah salut pokoknya sama mbak deeyan...

    ReplyDelete
  19. re: Bag of Bones, Stephen King...Lha koq sama ? si TB lagi baca itu juga..=) tuh...hehehe

    ReplyDelete
  20. Apa dari buku yang dibaca bisa sedikit menggambarkan bagaimana kita nggak yah..............? :D

    ReplyDelete
  21. Jeng, no 2 dapatnya darimana ya? Kok aku cari2 nggak ketemu2... Penasaran aja abis katanya banyak yang protes.... hehehe

    ReplyDelete
  22. sering2 kayak gini aja Mbak Dee...., jadinya tetep ada referensi buku buat dibaca ..^_^, walau ga diresensi penuh.

    ReplyDelete
  23. wuih ...... kalah jauh deh am amba dee

    ReplyDelete
  24. yang bintang lima ndak ada ya mbak :D

    Mbak dee seleranya tinggi

    ReplyDelete
  25. Di antara semua buku di atas, tak satu pun yang pernah kubaca, heheh...

    Biar ngga bikin resensi panjang, komentar-komentar pendek begini menurutku sih bagus, Mbak. Sekalian aja dimasukin ke goodreads.

    ReplyDelete
  26. hehehe ... sama kacaunya sama saya dian, resolusi sebulan satu buku aja, koq ya enggak selesai-selesai bacanya. Btw, komik the 99 bagus yah ....?

    ReplyDelete
  27. ealah ...mbak Dee baca chicklit juga toh ?
    kirain bacaan berat doang ...hehehe
    aku niy yg bacanya ringan2, kek kerupuk :))
    tapi lumayan, bag of bones udah baca dari dulu, nyaingin mbak Dee :-D

    ReplyDelete
  28. wow...banyak banget dan beratz2 pulaa
    hayoo mbak, direview satu persatu ya ntar ;)

    ReplyDelete
  29. ayuk dunk yang rajin! biar aku gak usah beli bukunya. aku baca tulisan mbak ajah. hehehe

    ReplyDelete
  30. hm... uda baca 'Sonata Dawai' belum?

    belum? iyalah... itu naskah desi yang baru selesai kemarin. hihihi....

    -peace mba-

    ,)

    ReplyDelete
  31. mba itu semua dibaca dalam satu bulan???? giilleeee hehehehe

    ReplyDelete
  32. @ diniauliya: o gitu ya, din. kayaknya temen ogut suka karena kesetiaan itu, hehe. nonton bareng yuk, din. nomat, senen besok hihi.

    @ adesiti: wah, sangat tidak dilarang, mbak. malah asyik tuh, jadi tau kan buku2 yg mba ade baca apa. hayoo dibikin, kutunggu ya!

    @ diansya: iya, mbak, u/ performance spt itu, harga 60 ribu lebih emang lumayan.

    @ annidalucu: pan duluan ngereview di mp, fe. goodreads tetep jalan lah (meski bukannya kadang2 ;D). hehe, gak bermutu karena gitu2 doank, fe. kok serem ya fe, pakaian bisa ngejar2 hihi

    @ onit: 20 buku pan tipis2, nit. palingan yg tebel stephen king ama eric segal, ntu juga belon abis dibaca, kikiki. ttg ready or not, kok jadi lupa yak? kalo gak salah dia gak jadi melakukan, nit.

    @ inci73: walah yg kayak gini jgn disalutin mbak, bacanya fiksi mulu, baca tafsir pasti keselang fiksi, hehe. lebih salut ama mba inci yang tulisannya oke2 ;)

    @ rasti812: lho, samma! titip tos buat TB. bilang kalo udah tuntas baca, tolong ceritain ke aku, hihihi.

    @ keluargalindsten: bisa, wat. contohnya saya ini, hehe. tapi tergantung keimanan juga, kalo lagi bener bacanya bisa bener, cuma lebih banyak gak benernya hahaha!

    @ agatogata: wah, aku beli banyak sblm ke amrik, titipan temen2 di sonoh, trus aku juga beli satu. beli di i'tisham. dikau mau? nitip aje, ntar pas BC ogut bawa. ato mo pinjem aje? hehe.

    @ vocinna: kalo istiqamah ya, na ;)

    @ abusyamil: masak seh, mas...? pasti bacaan mas dudi lbh bermutu.

    @ izziary: bintang 5 itu u/ buku yg bener wuoceh, za.

    @ femmy: hehe, belum tentu saya juga udah baca buku2 yg femmy baca ;). sebagian udah dimasukin ke goodreads, yg lain blm. blm buka goodreads lagi.

    @ lenakei: komik 99 menurut saya lumayan, lena. soalnya ngambil ide dari andalusia, saat islam menguasai peradaban dan ilmu pengetahuan.

    @ myshant: duuh, shanti, aku kan juga manusia, wanita biasaaahhh, hehe. sebut aja judul2 chicklit, pasti sebagian udah aku baca ;D. baca yg ringan2 itu asyik, buat ngilangin stres, slain bacanya juga gak perlu waktu lama.

    @ mvlia: wah, gak berat ini, lia... gak diganduli batu soale *garink*

    @ catatankecil: wah, kasi bintang 5 yak? saya gak begitu suka ama sebagian cerpennya dan.

    @ bundaelly: tuker ama umroh ya? hihihi

    ReplyDelete
  33. @ malambirubulan: heh, kirim sinih! *sambil ngacungin kepalan tangan* :p

    @ fardelynhacky: gak perlu dibaca semua kok, ki ;)

    @ adcornelia: gak kok, de, kan di review singkatnya ada yg cuma dibaca 1/2 atau 2/3.

    ReplyDelete
  34. A Thousand Splendid Suns kereeeeeeeeeeen banget, aku sampe nangis Mba, huhuhuhu... dan bercita2 pingin ketemu Khaleed, soale aku sudah ketemu Qaisra penulis the Holy Woman, hehehe :-p

    Ntar kutulis deh di jurnalku Mba :-)

    ReplyDelete
  35. Mba, I miss U so muchhhhhhhhhhhhhhhh, mwah mwah mwah :-D

    ReplyDelete
  36. @ imazahra: Fans Hosseini tambah neh, hehe. A Thousand... lumayan oke, meski secara teknik biasa ya. Agak lambat di awal plotnya. Terus, ya itu deh aku gak begitu suka dengan sudut pandangnya terhadap taliban (sama aja dgn di TKR). Meski ya wajar kali ya, bisa jadi dia punya pengalaman gak enak ttg itu. Qaisra aku ketemu di mp book point, pas konf pers. Gak ngobrol seh, cuma nanya dikit :D

    ReplyDelete
  37. miss u toooooooooooooooooo, muaaaaah juga! ditunggu review a thousandnya ya. daku mo review dari abis baca dulu, blm sempet juga hehe.

    ReplyDelete