Friday, January 4, 2008

Kira-kira

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Cynthia Kadohata
Ada tiga alasan saya beli buku ini:
1. Judulnya unik dan menarik
2. Sampul bukunya cantik (sederhana tapi berbicara)
3. Ada stempel penghargaan (Newberry Award) -- ngemeng-ngemeng, saya emang masih sering kepincut ama stempel penghargaan.

Ternyata? Bagus. Bahkan saya nangis, pas bagian Katie baca surat dari Lynn. Kayaknya, teknik menyelipkan surat dari tokoh utama kepada tokoh lain, cukup manjur untuk menguras emosi pembaca (tentu, tergantung isi suratnya sih). Soalnya waktu baca A Thousand Splendid Suns juga nangis pas baca bagian saat Leila membaca surat Jalil buat Mariam. Terus di The Kite Runner juga nangis pas baca surat Hasan buat Amir.

Oke, ini isi bukunya.

Menjadi imigran di Amerika tidaklah mudah, juga bagi Katie Takeshima dan keluarganya. Apalagi saat keluarga Takeshima harus menutup toko makanan Asia yang mereka miliki di Iowa dan pindah ke Chesterfield, Georgia. Di sana orangtua Katie bekerja sebagai buruh peternakan ayam, berjuang mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli rumah. Di satu sisi juga harus berjuang untuk berasimilasi dengan masyarakat AS. Menghadapi prasangka dari sebagian masyarakat, menghadapi tatapan aneh dari orang-orang yang berpapasan dengan mereka di jalan, serta perlakuan yang kurang manusiawi terhadap buruh pabrik, profesi yang dijalani orangtua Katie.

Beruntung ada Lynn, kakak Katie, yang selalu menjadikan hidup “bersinar” (kira-kira, dalam bahasa Jepang, alias glittering atau shining dalam bahasa Inggris). Kata itulah yang pertama dikenal Katie dari sang kakak. Lynn juga yang menjelaskan pada Katie kenapa orang-orang selalu berhenti dan menatap mereka saat berpapasan di jalan.

Lynn-lah yang menjelaskan kepada Katie saat beberapa anak di sekolah tak mau berbicara pada mereka. Lynn juga, dengan cara uniknya memandang dunia, yang mengajar Katie melihat kehidupan jauh ke depan. Menjadi jembatan antar anggota keluarga dan selalu meyakinkan keluarganya bahwa selalu ada harapan bagi keluarga mereka untuk hidup lebih baik. Namun tak ada harapan bagi Lynn sendiri saat ia jatuh sakit. Keluarga mereka pun mulai pecah. Dan Katie-lah yang harus berusaha menyatukan kembali dan menunjukkan "kira-kira" dalam hidup pada keluarganya.

Bersetting tahun 1950-an, Cynthia Kadohata, sang penulis, cukup cantik memaparkan persoalan yang dihadapi keluarga imigran Jepang di AS serta hubungan kakak beradik, Katie dan Lynn, serta saudara laki-laki mereka, Sammy. Sebagian besar kisah yang ada di novel ini merupakan kejadian nyata, begitu juga hubungan yang ada, khususnya hubungan antara Katie dan Lynn.

Sebagai buku peraih Newberry Award, menurut saya novel ini cenderung "biasa". Plotnya linear. Tapi, temanya memang cukup kuat (soal imigran kan cenderung menarik ya). Terus ya itu tadi, sisi emosional digarap cukup apik oleh Kadohata. So, layak dibaca.


Penulis: Cynthia Kadohata
Penerbit: Simon & Schuster (2006)
244 halaman

10 comments:

  1. *oot* Gak jadi pergi ke Gramed lagi Dee?

    ReplyDelete
  2. oooh ta kira ini buka ttg kira-kira, ternyata perkiraan saya bener bener diluar kira kira

    ReplyDelete
  3. Saya kok nangis waktu Lynn meninggal ya? Padahal Katienya tegar banget di situ. Penggarapan situasinya yang menguras emosi banget. Iya Mbak Dee, banyak yang mengkritik waktu buku ini dapet award. Katanya sih, buku ini pantesnya dapat 'honor' aja, bukan award (yg paling tinggi). Tapi temanya emang lagi trend sih:) Ngemeng-ngemeng, Kite Runner kan penggarapannya linear, biasa banget. Bisa ngetop saya pikir karena isunya lagi hangat ;)

    ReplyDelete
  4. @ vocinna: $ 6,99 na, beli waktu di sonoh :D

    @ wirdayanti: jadi dunk, bu. gilee, lebih tanah abang lagi dah! buka ampe jam 12 malem. pesenan ibu udah ada semuwah.

    @ abhicom: makanya jangan kira-kira kalo ngira-ngira, man *halah*

    @ stargreen: silakan... ;)

    @ dialogkecil: waktu itu mba sofie nangisnya gimana? *halah* hehe. Kite Runner? Hah, betul! Sangat linear, gitu juga thousand splendid suns. Tau-lah isu seperti itu (apalagi buat barat kali ya) mengundang rasa penasaran. kalo di buku ketiga tetep semodel kayak gitu, lama aku bosen kali hehehe.

    @ nadnuts: baca, baca! ;)

    ReplyDelete
  5. ren dah ngincer buku ini.....tapi masih belum dapet aja!!!!!

    ReplyDelete