Thursday, January 3, 2008

Chicken Soup for the Writer’s Soul

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Jack Canfield, dkk
Rasa takut ditolak lebih buruk daripada penolakan itu sendiri, begitu kata Nora Profit, salah satu penulis yang menyumbang kisah dalam buku ini. Bayangkan, karena begitu takut tulisannya ditolak, saat menerima surat dari sebuah majalah nasional dimana ia mengirim karya, Nora langsung melempar surat tersebut dan melupakannya. Lima tahun kemudian ketika sedang membersihkan rumah, ia menemukan surat tersebut. Ternyata isi surat itu adalah pujian bahwa tulisannya sangat bagus dan majalah tersebut mau menerbitkan. Kaget tentu saja, menyesal apalagi. Nora telah melewatkan kesempatan hanya karena rasa takut ditolak yang begitu besar.

Banyak di antara kita—yang ingin menjadi penulis—mungkin punya ketakutan sama dengan Nora. Kisah bertajuk “Jangan Pernah Meragukan Diri Sendiri” tersebut adalah satu dari 42 kisah yang akan menginspirasi kita mengenai dunia tulis-menulis. Kisah tentang kesungguhan, ketekunan, kepercayaan diri, pengorbanan, dukungan dari orang-orang terdekat juga keraguan—bahkan penyepelean—terhadap kemampuan seseorang untuk menjadi penulis, hingga kisah tentang kerendahan hati penulis yang telah sukses dan terkenal.

Alex Haley alias Alexander Murphy Palmer Haley, seperti dikisahkan Bud Gardner misalnya, adalah penulis yang membumi, tidak arogan karena keterkenalannya. Kita mungkin tak terlalu familiar dengan namanya, tapi bila disebut The Autobiography of Malcolm X, sebagian besar pasti pernah membaca, minimal tahu. Bud Gardner menceritakan pengalamannya mengundang Haley dan bagaimana Haley begitu akrab dan rendah hati pada para pembacanya.

Dalam “Profesor dan Aku”, Chaterine Lannigan berkisah tentang pengalaman pahit diragukan kemampuannya oleh seorang profesor. Profesor tersebut mengatakan tulisannya jelek dan memberi saran untuk mengubah jurusan jurnalisme menjadi perawat. Catherine pun membakar ceritanya dan selama 14 tahun tidak pernah menulis dan menyingkirkan cita-citanya. Hingga suatu hari Catherine bertemu sekelompok penulis. Penulis tersebut memotivasi dan memberinya kartu nama. Sepulang dari pertemuan tersebut, Cateherine langsung menulis sebuah novel setebal 400 halaman, menyerahkannya kepada penulis yang pernah ia temui, dan sebulan kemudian ia mendapat kabar bahwa novelnya layak terbit. Selama 20 tahun sejak itu, Catherine telah menulis 20 novel. Kisah senada tentang pengabaian bakat juga dihadapi Chet Cunningham dalam “Kau Pecundang, Cunningham!”.

Selain kisah-kisah yang menggugah, ada juga kisah yang cukup kocak. “Obsesi” misalnya, bertutur tentang kegigihan Francis Halpern untuk dapat menulis artikel di Los Angeles Magazine (LAM). Francis beberapa kali bolak-balik ke redaksi majalah tersebut untuk bertemu langsung dengan editor, namun resepsionis tak pernah mengizinkan. Francis tak putus asa. Ia pergi ke swalayan dan menawarkan teman dan kenalannya untuk berlangganan LAM sebagai ‘investasi’ bagi karir menulisnya di majalah tersebut. Beberapa hari kemudian ia membawa 25 cek berlangganan ke kantor LAM. Ia pun diberi kesempatan untuk menulis artikel politik.

Kisah kocak lainnya disampaikan Ethel Bangert dalam “Seember Penuh Penelitian” dan “Musim Panas dan Menulis TIDAK Mudah” oleh Kerry Arquette. Sedang dalam “Tak Ada yang Lebih Sering menerima Penolakan Dibanding Seorang Pengarang”, Dan Poynter membuat daftar penulis-penulis sukses yang berawal dari penolakan dan sebagian besar kemudian menerbitkan sendiri sebelum diterbitkan oleh penerbit besar. Jangan salah, buku mereka bahkan hingga dicetak jutaan kopi. Wow!

Meski tak semua penulis kisah dikenal secara luas (Indonesia khususnya), namun kisah-kisah mereka akan memberi sudut pandang lain mengenai dunia menulis. Menulis, bukan sebuah hal yang mudah, meski juga bukan hal yang sangat sulit. Tak cukup bakat serta keinginan, tapi juga keberanian untuk memilih dan menjalaninya.

Judul: Chicken Soup for the Writer’s Soul: Harga Sebuah Impian dan Kisah-kisah Nyata Lainnya
Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Bud Gardner
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2007)
220 halaman

21 comments:

  1. waaaaahhhhhh, bagus mbak Dee....mau baca ahhh....pinjem dong....:p

    ReplyDelete
  2. haha, bole... bole... silakan mampir, jeng... ;)

    ReplyDelete
  3. wah ada cerita profesor kejam.... :)) aku ngga gitu koq, bener deh... hehe.
    btw, bagus deh kayaknya bukunya... terimakasih udah nge-review..

    ReplyDelete
  4. @ rinurbad: makasih mbak rini :)

    @ merlyna: hahaha. kalo teh mer mah profesor bodor kekeke...

    ReplyDelete
  5. Dee.. saya pesen yang ini juga yaaa... :D

    ReplyDelete
  6. Sama yaaang.. ini.ii.. yang ituuu.. hihi... :))

    ReplyDelete
  7. @ srisusanti: sama2 santi :)

    @ wirdayanti: yg penting bayar, haha!

    ReplyDelete
  8. sampei hari ini fb lom pernah baca buku ciken-ciken itu mba. baru hari ini, detik ini (ciyee) tertarik baca karena ada kata2 writer's soul itu.
    makasih udah ngabarin ya tante, ini termasuk buku baru ya?

    ReplyDelete
  9. sampei hari ini fb lom pernah baca buku ciken-ciken itu mba. baru hari ini, detik ini (ciyee) tertarik baca karena ada kata2 writer's soul itu.
    makasih udah ngabarin ya tant

    ReplyDelete
  10. sampei hari ini fb lom pernah baca buku ciken-ciken itu mba. baru hari ini, detik ini (ciyee) tertarik baca karena ada kata2 writer's soul itu.
    makasih udah ngabarin ya tant

    ReplyDelete
  11. ya ampun kekirim ampe 3 kali *bukan ulahku lho mba, ulah si jagoan kecil, kok bisa ya die? gimana caranya siy aufal? :D*

    ReplyDelete
  12. Harusnya FLP yang bikin buku kayak gini

    ReplyDelete
  13. Mbak, bukuku; Mengantar Cinta ke Gerbang Dewasa diresensi juga dong!

    ReplyDelete
  14. duh bagus kyknya nih ..
    tp bulan ini dah jebol dana buat beli buku euy...pinjem mbak Dee aja deh :D

    ReplyDelete
  15. @ annidalucu: hehe, gapapa, fe. aufal jago yak! udah gede jadi ahli IT nih :D. Kalo daku mah emang udah lama juga gak baca chicken2an. Dulu pernah tuh yg masih 1st, 3rd dst. Trus setelah tiu kan abru dikasi pertema. Yah, hikmah kan milik muslim yang tercecer, fe ;)

    @ kokonata: trus kenapa gak? hehe. kita juga udah ada ko, ko. beberapa penulis kan bikin. Bukumu? kirim greti dong hehe.

    Sya2: hehe, bolee, hayoo silakan mampir...

    ReplyDelete
  16. Mbak Dee, mau dong nitip ditalangin dulu, ngirimnya bareng buku Mbak Dee tea, hehehe..:) *ngarep dot com* Tengkyu banget ya, Mbak...ditungggguuuuuh;)

    ReplyDelete
  17. harus punya nih mbak, sebagai penyemangat :-)

    ReplyDelete
  18. @ fithab: hehe, bole... bole... kira2 sapa yg mo balik ke ina dlm waktu dekat mba? biar dititip gituh.

    @ fardelyn: sip. ambilah hikmah yg tercecer, gitu kan ya... :)

    ReplyDelete