Friday, September 15, 2006

The Chorus (Les Choristes)

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Film bagus lagi neh. Ingat film “Deads Poet Society” (DPS)? Nah, The Chorus (TC) punya tema segaris dengan DPS. Tentang seorang guru yang menginspirasi murid-muridnya. Kalau di DPS, Robin Williams memotivasi murid/mahasiswa untuk mencintai puisi di TC, Pak Guru Mathieu memotivasi murid-muridnya untuk mencintai musik.

Fond de l’ Etang (Bottom of the Well) adalah sekolah asrama khusus untuk anak-anak yatim/piatu dan bermasalah. Lebih khusus lagi dihuni oleh murid-murid cowok. Dan, mereka… bandel-bandel! Tapi ada juga yang polos (cuma terkontaminasi aja sama yang lebih tua) seperti Pepinot, anak paling kecil yang sering menanti ayahnya di gerbang sekolah, berharap ayahnya kembali, padahal sang ayah telah tewas di medan perang. Haru.

Selain bandel nggak ketulungan, murid-murid itu juga jail kuadrat dengan guru-gurunya, terutama dengan pengawas (karena sekolah asrama ya). Nggak ada yang betah menjadi guru atau pengawas. Kepala sekolah yang memimpin dengan tangan besi (sedikit-dikit menghukum dan memukul, gimana nggak tambah ‘keras’ dan bandel coba tuh bocah-bocah).

Sampai datang Pak Clement Mathieu, guru musik yang juga ditugaskan sebagai pengawas. Awalnya Pak Mathieu juga abis dikerjai oleh anak-anak. Dari dicuekin, ditimpukin, sampai dicuri naskah musik kesayangannya yang dia simpan rapi dan dikunci! Pak Mathieu juga menyaksikan bagaimana anak-anak itu ngerjain guru sampai penjaga sekolah. Kesimpulan dia: anak-anak itu jadi keras dan bandel karena dididik keras juga. So, Pak Mathieu berusaha mengubah mentalitas anak-anak itu. Dia bahkan sampai menutupi kesalahan anak-anak di depan Pak Rachin, sang kepala sekolah.

Bisa ditebak, anak-anak pun mulai jatuh hati padanya. Di sela-sela waktu kosong, Pak Mathieu juga mengajarkan cowok-cowok bandel itu menyanyi. Dari situlah terlihat bakat tersembunyi anak-anak tersebut dalam menyanyi. Terutama Pierre Morhange, anak yatim bersuara emas dan berwajah malaikat (tapi paling bandel!). Tapi Pieree nggak suka saat Pak Mathieu menunjukkan ketertarikan pada ibunya (saat mengunjungi Pierre). Dia kembali ngerjain Pak Mathieu dengan melempar bom tinta saat Pak Mathieu berjalan.

Begitulah. Anak-anak lain pun marah pada Pierre karena telah berbuat nggak baik pada guru yang muali mereka cintai. Terus, gimana? Nonton aja, hehe.

Ada yang lucu, saat Pak Mathieu sedang mengetes suara anak-anak dan menentukan apa jenis suara mereka di apduan suara, Pepinot yang polos saat disuruh menyanyi bilang dengan lugu: “I don't know any songs”. Pak Guru Mathieu dengan bijak menjawab, “Well, I'll teach you some. For the moment, I'll name you assistant choir master.” Hihi.

Menarik banget deh film ini. Bersetting Perancis 1940-an. Hmm, saya suka bahasa Perancis, seksi soale, apa coba? Hehe.
--------

Produksi: 2004

Pemain: Gerard Jugnot, François Berléand, Maxence Perrin, Jean-Baptiste Maunier, dll
Sutradara: Christophe Barratier

Penghargaan: banyak banget, dari nominasi Oscar 2005, Golden Globes, BAFTA Awards, European Film Festival, dll.

13 comments:

  1. Iya, dari jalan cerita yg ditulis Mba Dee mang menarik banget niy keliatannya! *gak sabar mo nonton* :-D

    ReplyDelete
  2. jadi inget pilem school of rock..
    kalo itu mah anak2 baik dan kalem jadi "korban" rocker gagal haha..
    tapi akhirnya bagus jg, bakat terpendam anak2 itu jadi keluar jg.. ada yg maen alat musik, ada yg nyanyi..

    ReplyDelete
  3. Ini pelem adalah pelem zaman baheula (soalnya ibu mertua ngefans banget ama pelem satu ini) yg direpro lagi tp teteb dgn suasana ke-baheulaan-nya itu. Ambu ampe lebih dari 10 kali nonton neh pilem, dan teteuuubbb meweqqq euy... hehehe... Apalagi kalo dah denger lagu2nya, duh serasa ambu esde dulu, hihihi... Pokonya, empat jempol diacungin semua deh... Vive Les Choristes...

    ReplyDelete
  4. Aku juga suka banget sama film ini. Apalagi aku seneng ikutan/dengerin paduan suara.

    ReplyDelete
  5. tenaaang, november tinggal 2 bulan lagi kok, ima ;)

    ReplyDelete
  6. wah, iya, mbak juga dah nonton neh pelem, nit. lucu. kalo The Chorus mengharukan pelemnya. wah, onit juga keinget ama masa lalu yak? (ato skrg masih? ;)

    ReplyDelete
  7. Waaak, 10 kali?? Maniak juga nih si teteh, hihi.
    eh aku baru tau ini film remake. jadi pengen nonton film2 sebelumnya. Makacih infonya ya teh.
    Btw, dah sampe lagi di Paris yak? Salam untuk Abah ya. Moga kakinya cepet sembuh en fit seperti sedia kala. Amin.

    ReplyDelete
  8. samma, fem. meski kalo nyanyi kayaknya orang laen hrs tutup kuping hehehe.

    ReplyDelete
  9. filmnya bagus..apalagi anak2nya lucu2..hihih

    ReplyDelete
  10. Waaaa...mbak, aku baru ajah nonton nih film. Emang keren abis! Ditambah dengan kenakalan-kenakalan anak asrama yang menggemaskan, dan ternyata, dibalik kenakalan itu, mereka bisa membuat kebanyolan-kebanyolan juga yach, hehe..

    ReplyDelete
  11. iya, bandel tapi ngegemesin... apalagi pepinot...

    ReplyDelete
  12. Udah ada yah ki di aceh? sipp dehh, emang asyik nih film ;)

    ReplyDelete
  13. Udah mbak...film-nya dibawa sama mas-mas yang dari jawa. Mereka buat program seuramo teumuleh (Serambi Menulis) di aceh, yaitu sebuah sekolah menulis untuk pemuda aceh. Kita di sini, anak-anak flp, banyak juga tuh yang jadi siswa di situ, termasuk Eqi :-D kita nonton film ini di seramo teumuleh, n dibahas sama-sama. asyik banget loh...

    ReplyDelete