Wednesday, May 10, 2006

[Aceh Note #2] Muntazar


Malam saat saya menginap di Rumah Cahaya Aceh, bocah ini datang menguluk salam. Senyumnya sumringah. Teman-teman pengurus Rumcay Aceh langsung menyambutnya. Tampak sekali sudah akrab dengan pria cilik ini.


"Ini pengunjung teladan Rumcay Aceh, Mbak," kata Cut Intan.


Muntazar, namanya. Memang sangat rajin (bahkan setiap hari) datang ke Rumcay Aceh. Buku favortinya adalah buku tentang kisah-kisah nabi dan sahabat. Saat ia sedang asyik membaca, tiba-tiba lampu mati. "Wah, saya lagi baca..." serunya agak kecewa. Namun ia tetap menunggu. Tak sampai setengah jam lampu kembali menyala. Ia pun melanjutkan bacaannya.


Saat saya izin untuk memotret dirinya, dengan tetap tersenyum ia mengangguk. Ia pun dengan gesit mematuhi pose yang saya mau. Fotogenik lho (yang motret aja amatir :D).


Hampir jam 1/2 10 malam, terdengar suara seorang wanita memanggil namanya. Ia pun bergegas pamit dan kembali ke rumahnya yang hanya berjarak sekian puluh meter.


Ajak teman-temanmu cinta membaca dan menulis ya, Muntazar!


 

13 comments:

  1. Alhamdulillah, semoga makin banyak Muntazar2 di Aceh yang membaca buku2 Islami. Amin.

    ReplyDelete
  2. Catettttt!
    Ari mo kejar lagi the little Muntazar
    *sebagai ganti satu poto nan burem*
    Rie-

    ReplyDelete
  3. Keren....

    gak lepas dari kiprah para penggagas Rumcay lho...

    ReplyDelete
  4. Wakakaka, kan udah ngaku di tulisannya, fotografernya asli-amatir-banget :p

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah.
    Masih begitu sedikit yang kami lakukan. Semoga selalu diberi kekuatan oleh Allah, dan semoga banyak dukungan slalu :D

    ReplyDelete
  6. Iya, mbak. Dek Mun (panggilan akrab Muntazar) emang sering ke Rumcay dan emang dia yang ngajakin kawan-kawannya untuk main ke sana sambil menggambar. Pokoknya rame banget deh.

    ReplyDelete
  7. keren yak! trus dibina, bai, mudah2an generasinya kelak semakin cinta dengan buku dan tentu cinta menulis :)

    ReplyDelete
  8. Si adik iiiiiiih, cakep dan rajin :-)

    ReplyDelete
  9. Bukan saiful, saya terjamin (keturunan jakarta-minang) :D. waktu itu ke aceh atas undangan teman2 FLP Aceh. dulu kuliah di UI, bkn unsyiah. Tapi waktu ke Aceh sempet ke unsyiah juga.

    ReplyDelete