Thursday, February 9, 2006

Two Brothers

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Lucu, haru, dan gemas menonton film ini. Apalagi buat pecinta hewan, khususnya kucing, mama kucing maksudnya, alias big cat alias Macan nek! Film ini keluaran tahun 2004, tapi saya baru nonton.

Kumal dan Sangha adalah dua anak harimau yang lahir di sebuah reruntuhan kuil di hutan Kamboja. Ayah mereka mati dibunuh oleh pemburu. Kumal dan Sangha pun hidup dengan sang induk. Saat pemburu kembali ke hutan untuk mengambil patung dan barang berharga di sekitar kuil, Sangha dan Kumal terpisah. Sangha dibawa oleh pemburu dan Kumal diselamatkan oleh sang ibu. Tapi lagi-lagi Kumal juga harus terpisah dari sang ibu saat pemburu menembak sang induk, namun induk macan tersebut dapat menyelamatkan diri dan hanya telinganya saja yang tertembak.

Sangha dan Kumal pun menjalani hidup terpisah. Sangha diambil sebuah keluarga ekspatriat dari Prancis. Ia sangat disayang oleh Raoul, bocah laki-laki keluarga tersebut (inget yang jadi Charlie di Chocolate Factory? Ya Freddie Highmore yang berperan sebagai Rauol). Sedangkan Kumal dijual pada sebuah klub sirkus, yang kasar dan kejam dalam melatih hewan-hewan yang ada di sirkus tersebut. Namun, Sangha pun harus menemui nasib keluar dari keluarga Raoul karena hampir membunuh anjing milik keluarga tersebut (yang sebenarnya dilakukan Sangha untuk membela diri). Sangha diserahkan untuk dilatih menjadi petarung.

Kedua anak harimau itu pun tersebut tumbuh besar di lingkungan masing-masing, sama-sama dilatih dengan keras. Hingga suatu hari mereka dipertemukan untuk bertarung. Nah, di adegan ini ada adegan lucu. Awalnya Sangha dan Kumal bertarung layaknya dua harimau yang bertemu, namun lama kelamaan mereka mengenali bahwa mereka adalah saudara kandung yang telah lama terpisah. Jadilah mereka bukannya bertarung malah bercanda.

Lantas, akankah Sangha dan Kumal bertemu dengan ibu mereka dan dapat kembali ke hutan, habitat asli mereka?

Sejak awal film ini sudah membangkitkan tawa dan haru. Tingkah lucu Sangha dan Kumal sebagai anak macan bener-benar bikin saya gemeeees banget. Waktu Sangha masih dipelihara oleh keluarga Raoul misalnya. Ia tidur bersama Raoul (wallahu'alam apakah seekor macan--meski masih kecil--tetap aman?). Ia juga sering bermain dengan Raoul. Saat main petak umpet, Sangha bersembunyi di antara boneka-boneka hewan koleksi Raoul, sehingga samar dan Raoul bingung mencari-carinya. Hahaha!

Juga ketika Sangha dan Kumal masih kecil dan masih hidup bersama kedua orangtua mereka. Kumal pernah iseng mengeksplor lingkungan sekitar, hingga menemukan sarang binatang (kalau nggak salah berang-berang?). Dengan rasa ingin tahu ia masuk ke sarang, ternyata binatang tersebut marah, Kumal pun berusaha menyelamatkan diri naik ke atas pohon. Sangha pun membantu menyelamatkan Kumal yang ketakutan dan tergantung di dahan pohon, hihihi.

Yang bikin haru (pengen nangis deh) waktu Kumal dan sang ibu berusaha mengejar truk yang membawa Sangha ke kota. Sang ibu berusaha menyelamatkan anaknya namun tak berhasil. Kumal dan sang ibu pun hanya memandang dari kejauhan ketika truk tersebut semakin jauh membawa Sangha ke kota. Juga saat Kumal tidak mau dilatih di sirkus karena sedih terpisah dari saudara dan ibunya. Adegan ketika Kumal dan sang ibu masuk dalam perangkap pemburu juga bikin mata berkaca-kaca. bagaimana sang ibu berusaha menyelamatkan diri dan Kumal memandang sang ibu yang berusaha keras.

Banyak hal yang bisa diambil dari film ini. Kasih sayang seekor induk binatang. Kekejaman manusia yang hanya untuk menunjukkan kedigjayaannya, menjadikan hewan sebagai buruan. Dilema, di mana pada satu sisi manusia terancam pada keberadaan harimau (masyarakat di kampung dekat kuil tempat Sangha dan Kumal tinggal, yang sering memburu harimau karena hewan tersebut beberapa kali menyerang manusia), namun di sisi lain, harimau sebagai sebagai penyeimbang alam tetap harus ada (di ending cerita disebutkan bahwa pada di awal tahun 1900-an--setting film ini 1920-an--jumlah harimau ada sekitar 100 ribu ekor, namun saat ini tinggal 200 sampai 400 ekor saja).

Keunikan lain dari film ini adalah pengambilan gambar yang diambil dari sudut pandang sang hewan. Menarik. Akting hewan-hewan pun sangat alami, terutama Sangha dan Kumal. Two tumbs up buat kedua macan tersebut--yang sayang banget di credit title pas akhir cerita sama sekali nggak disebutkan. Padahal merekalah bintangnya.

Beberapa adegan film juga agak menakutkan mungkin untuk anak-anak, contohnya adegan di sirkus dan adegan perburuan. Meski secara keseluruhan film ini adalah film keluarga yang bagus, layak tonton. Paling memang harus memberi penjelasan beberapa hal kepada anak.

Nggak rugi deh nonton film ini. Saya saja rasanya pengen nonton beberapa kali lagi :).
---------------------

Tahun pembuatan: 2004
Sutradara: Jean-Jacques Annaud
Skenario: Alain Godard & Jean-Jacques Annaud
Pemain: Guy Pearce, Jean-Claude Dreyfus, Freddie Highmore, Oanh Nguyen, Moussa Maaskri, Vincent Scarito, Maï Anh Le, dll.


4 comments:

  1. pecinta kucing ya mbak dee? di sini ada tuh 2 org yg GILA kucing

    ReplyDelete
  2. hehe, iya. salam ya buat sesama PKS (Pecinta Kucing Sekaleee) ;)

    ReplyDelete
  3. Kayaknya bagus ya Mbak film-nya... Jadi pengen nonton. BTW aku member PKS (Pencinta Kucing Syekalleee) juga lho....

    ReplyDelete
  4. Waaaaks! Asyikkk, dapet lagi satu pengurus PKS!! Mbak di divisi Humas ya, hihihi.
    Iya, Mbak, menurutku film ini bagus. Ya, adalah kekurangannya beberapa, tapi secara keseluruhan oke, cari aja mbak :).

    ReplyDelete