Monday, January 9, 2006

The Celestial Management

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:A Riawan Amin
Judul: The Celestial Management: Zikr, Pikr, Mikr
Penulis: A. Riawan Amin
Penerbit: Senayan Abadi, 2004
Halaman: 257
Harga: Rp79.000,-

Seperti membaca buku sirah sekaligus buku manajemen. Itu kesan saya setelah membaca buku ini. Menarik, informatif, dan menambah keyakinan lebih kuat bahwa aturan Islam (yang langsung berasal dari Rabb sang maha pencipta) akan selamanya membawa kebaikan bila dilakukan secara konsisten.

Zikr, Pikr, Mikr, seperti pada sub-judul memang menjadi inti dari buku ini. Sebuah konsep yang merupakan singkatan dari:
ZIKR --> Zero base-Iman-Konsisten-Result-oriented) yang merupakan penjabaran dari konsep "Muamalat is a place of Worship".
PIKR --> Power sharing-Information sharing-Knowledge sharing-Rewads sharing), penjabaran dari konsep "Muamalat is a place of Wealth".
MIKR --> Militan-Intelek-Kompetitif-Regeneratif, penjabaran dari konsep "Muamalat is a place of Warfare".

Pada dasarnya buku ini adalah pengalaman penulis selama memimpin Bank Muamalat Indonesia (BMI), pelopor bank syariah pertama di Indonesia. Meski kasuistik pada pengalaman yang dialami BMI, namun buku ini bagus untuk dibaca oleh siapapun. Orang umum sekalipun seperti saya yang kurang mengerti istilah-istilah manajemen/bisnis. Penuturan penulis mudah dipahami dan dekat dengan kejadian sehari-hari yang dialami BMI.

Membumikan visi langit, itulah hal yang berusaha dilakukan sang penulis ketika terpilih sebagai CEO BMI tahun 1999. Bersama jajarannya sedikit demi sedikit ia berusaha mewujudkan hal tersebut.

Terharu saat membaca pengalaman BMI terhantam krisis. Suatu malam semua jajaran manajemen dan staf shalat tahajud bersama setiap malam sabtu. di setiap akhir shalat mereka berdoa: "Allahuma barik bank muamalat...". Memohon pada Allah agar BMI selamat dan dapat terus berkhidmat pada umat. Alhamdulillah, BMI termasuk bank yang selamat dari krisis, di saat bank-bank lain bertumbangan.

Hantaman krisis sempat membuat BMI mengalami rugi Rp105 miliar pada tahun 1998. Padahal total modal disetor hanya Rp138.4 miliar. Dengan perjuangan di semua lini, kerugian bisa ditekan bahkan dapat menghasilkan laba operasional hingga Rp50,32 miliar pada tahun 2001. Bahkan pada tahun 2002, total equitas melebihi modal disetor, yang menjadi sebesar Rp174,32 miliar. Sementara bank-bank konvesional banyak yang berguguran atau bertahan dengan dana rekap dari pemerintah, BMI bisa bertahan dan bahkan menghasilkan laba. Keyakinan untuk menyelamatkan BMI sebagai organisme dakwah yang bergerak di bidang ekonomi membuat kru BMI bahu membahu bekerja.

Hampir setiap bab dalam buku ini selalu diawali dengan sirah (sejarah) Rasul, para sahabat, juga tabiin dan tokoh-tokoh dalam menegakkan Islam. Dan di sinilah menariknya, membuat semua pengalaman yang dituturkan nampak nyata dan kuat.

Kisah Perang Badar misalnya menjadi trigger untuk menjelaskan tentang ikhtiar untuk mewujudkan sesuatu. Bahwa kepasrahan bukanlah yang sering kali diterjemahkan orang dengan sikap fatalis. Dengan konsep ZIKR, bukan hanya dimensi ibadah tapi konsep manajemen, yang diterapkan BMI.

Kisah ulama besar Imam al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalany yang berkelana mencari ilmu dengan begitu ulet, juga menjadi inspirasi BMI mengenai sikap konsisten. Atau kisah Rib'i bin Amir, yang diutus Sa'ad bin Abi Waqqash untuk menyampaikan pesan "dakwah" kepada Jenderal Rustum, panglima Persia; menjadi inspirasi semangat betapa Islam besar bukan karena kemegahan semu semata namun semangat dahsyat yang terpatri dalam setiap penegaknya.

Ya, cukup, segini saja resensi kali ini, mau pulang, malam takbiran, besok lebaran :).

Yang jelas, buku ini reccomended banget buat yang pengen belajar spiritual management.

No comments:

Post a Comment