Wednesday, December 21, 2005

A Little Piece of Ground

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Teens
Author:Elizabeth Laird
Judul: A Little Piece of Ground (Bola-Bola Mimpi
Pengarang: Elizabeth Laird
Penerbit: Read Publishing
Tahun: 2005
Halaman: 321

Apa arti waktu dua jam bagi kita yang hidup normal (antara jam 6 sore sampai 8 malam)? Mungkin masih di kantor, bekerja dengan nyaman, di rumah tilawah selesai shalat, makan malam, sambil menonton televisi, bercengkerama dengan keluarga, atau mungkin sedang dugem di mal? Sedang membaca, atau sudah tidur, atau mungkin sedang termenung dan berkhayal?

Tapi bagi Karim dan keluarganya, waktu dua jam adalah waktu yang sangat dinanti-nantikan. Saat Karim bisa bermain bola dan sang kakak, Jamal, bertemu dengan teman-temannya, saat ibunya dapat ke toko membeli bahan makanan dan sang ayah membeli obat untuk adiknya. Raungan tank dan kalimat “mamnou'a al tajwwol" (dilarang keluar rumah) yang mengembalikan mereka ke dunia nyata, dunia penjajahan Israel atas Palestina.

Ya, dan A Little Piece of Ground (ALPoG) yang diterjemahkan menjadi Bola-Bola Mimpi, memang bercerita tentang dunia penjajahan, namun dengan apa adanya, dari kehidupan seorang anak bernama Karim Aboudi. Karim adalah bocah 12 tahun yang tinggal bersama keluarganya di Ramallah, Palestina. Ayahnya, Hassan Aboudi, memiliki toko elektronik dengan barang-barang yang tidak up to date. Ibu Karim, Lamia, ibu rumah tangga yang bekerja partime sebagai sekretaris di sebuah universitas. Karim memiliki seorang kakak laki-laki berusia 15 tahun, Jamal, yang sering meleset saat melontar batu pada tentara Israel dengan ketapel. Farah dan Sireen, dua adik perempuan Karim. Sireen yang masih balita, dan Farah yang sering mengompol dan sering diejek oleh teman-temannya karena kebiasaannya itu.

Karim memiliki keinginan yang ia tumpahkan dalam daftar 10 hal terbaik dalam hidup, di antaranya: menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia dan menjadi pembebas Palestina dan pahlawan nasional. Maka, dalam bidikan senjata dan raungan tank-tank Israel, Karim berusaha mewujudkan mimpinya, melatih kakinya agar sehebat Zinedine Zidane.

Bersama sahabatnya, Joni Boutros, yang beragama Nasrani, Karim melewatkan hari-harinya, dengan gaya khas anak-anak, kadang meledak, polos, adan apa adanya. Ia juga bertemu dengan Grasshopper alias Sami, anak Palestina yang tinggal di kamp pengungsian. Bersama Hopper, Karim menemukan sebuah lahan sempit untuk bermain bola, untuk mewujudkan mimpinya. Mimpi yang sering terkotori oleh ulah tentara Israel. Yang membuat geram Karim karena lahan sempit untuknya bermain bola rusak. Dia juga sempat terkurung beberapa hari di sebuah mobil rusak--yang ia rancang besama Hopper dan Joni sebagai tempat persembunyian dekat lapangan sempit tampat bermain--saat tentara Israel datang dan menduduki tempat itu. Karim harus bertahan dan berjuang melepaskan diri dari “mobil” tersebut, bersama Aziza, Ginger dan Huriyah (seekor kucing betina dan dua anaknya). Nah, ini juga yang saya suka, ada kucing di buku ini! :D.

Buku ini enak banget dibaca. Unputdownable. Saya baca langsung habis, cuma keseling tidur karena sempat 3 hari kurang tidur :D (ini mah nggak langsung abis yee). Menampilkan kisah apa adanya, kehidupan sehari-hari anak Palestina. Tidak terlalu heroik memang, tapi sepertinya memang itu tujuan sang penulis. Ingin memberi pesan betapa penjajahan, selamanya adalah terkutuk. Membuat mimpi anak-anak pupus (meski anak-anak dalam buku ini tak mau tunduk pada keterbatasan yang ada). Terutama digambarkan pada tokoh Hopper, yang menurut saya membuat buku ini lebih hidup (selain kucing ;). Hopper yang berani bergelantungan di moncong tentara Israel dan tak takut melempar batu.

Kepahitan penjajahan juga digambarkan saat Karim dan keluarganya berkunjung ke rumah neneknya di kota lain. Dalam perjalanan ia harus menyaksikan ayahnya (dan juga laki-laki lain) dipermalukan di depan keluargnya, diperiksa oleh tentara Israel dan dilucuti semua pakaiannya. Sedang Karim tak bisa berbuat apa-apa, hanya kegeraman memenuhi otaknya. Juga saat jam malam berakhir, pembaca seakan dibawa pada kehebohan ibu-ibu yang terburu-buru, berlari secepatnya dari supermarket menuju rumah. Anak-anak yang terbirit-birit, tanpa menyelesaikan permainannya, dan suara memekakkan tentara Israel yang berpatroli.

Di satu sisi, banyak kepolosan-kepolosan anak kecil yang ditampilkan, seperti Farah yang malu dan minta kepada kepada kakaknya agar tak memberitahu kepada temannya perihal mengompol. Juga soal remaja jatuh cinta, antara Jamal dan Violette. Hubungan kakak adik (Jamal dan Karim) yang kadang panas, kadang adem.

Buku ini memang bagus. Rekomen deh.

16 comments:

  1. Oh, buku ini sudah diterjemahkan toh Mbak Dee? Iya, ini buku bagus banget. Saya suka pas Karim mau nyambit tentara Israel, trus pamannya melarang. Di US buku ini belum diterbitkan, mungkin takut dianggap terlalu berpihak ke Palestina? Padahal biasanya, kalau untuk penerbitan buku, US cepat menginduk ke UK (misalnya Harry Potter). Btw, saya lebih suka cover buku aslinya.

    ReplyDelete
  2. waaah aku selalu suka buku yg model2 kayak gini... rekomennya yg mana mbak dian? yg bahasa indo apa bhs inggrisnya, nih?

    ReplyDelete
  3. pingin bacaaaaaaaa, mbak belinya dimana?

    ReplyDelete
  4. Iya, udah Mbak Sofie, baru aja. Read Publishing itu lini baru Mizan, khusus buku2 terjemahan anak2 & remaja kalo gak salah. Oo gitu ya? Kirain di sana udah terbit Mbak. Covernya ((yang terbit di sini) menurut saya emang kurang kuat mbak, kurang eye catching :)

    ReplyDelete
  5. Mba gak beli, fe, hehe, dikirimin. Udha ada seh kayaknya di toko buku, tapi kmrn di book fair mo beli blm ada.

    ReplyDelete
  6. wah, mba bacanya versi terjemahan indo, ci... inggrisnya blm baca :)

    ReplyDelete
  7. emang asyiknya sih baca yang versi asli. tapi terjemahannya menurut saya sih nggak terlalu ngecewain. Soalnya, banyak gaya bahasa yang disesuaikan dengan aura buku aslinya. jadi nggak kaku banget, karena buku ini emang dari sudut pandang bocah cowok. kalo terlalu kaku nerjemahinnya jadi nggak enak. Atau beli aja dua-duanya kali. Mbak dee, kalo penasaran ama buku aslinya, di kantor ada 4 eks tuh. kalo ke kantor, silakan aja baca di perpustakaan seharian ... hehehehhe

    ReplyDelete
  8. 4 eks? Itu mah jangan dipinjem en dibaca seharian di sono, relakan aja 1 exl buat daku, hihi. Tapi, iya kok, bener kata mas Benny terjemahannya cukup bagus, kok. Yg bikin saya kuciwa berat tuh terjemahan Pergaulan-nua Anita Brookner (kalo gak salah yg nerbitin Teraju), aduhhh, "capek" banget bacanya, gak bagus terjemahannya. Abis waktu itu saya tertarik beli karena cover bukunya yg bagus, hehe.

    ReplyDelete
  9. Makasih infonya Mbak Dee. Masuk daftar akan dibeli nih.

    ReplyDelete
  10. masih lebih murah di ogut.online lho, hihi.

    ReplyDelete
  11. o ya?
    kl punya suplier yg kompetitf buka toko aja mbak dee... siapa tahu jadi pengusaha :)

    ReplyDelete
  12. Akhirnya aku baca juga Mbak, minjem di perpuskot :D.

    ReplyDelete
  13. Buka toko online gratis dan promosikan produk anda secara gratis, hanya di http://www.ekuya.com

    ReplyDelete
  14. Buka toko online gratis dan promosikan produk anda secara gratis, hanya di http://www.ekuya.com

    ReplyDelete