Monday, September 19, 2005

Ah, Wanita....





Ah, wanita... ia bisa menjadi
sosok mulia, yang tak lekang sejarah merujuk, tapi juga bisa menjadi
sosok yang sering kali membuat bumi bergetar, menangis sedih karena
laku yang ia toreh.





Suami istri itu adalah
pasangan selebriti di negeri ini. Keduanya sama-sama model dan pemain
sinetron. Belum lama sang suami berpose (maaf) bugil bersama seorang
model wanita. Foto-fotonya (bertajuk Adam & Hawa) dipamerkan
dalam CP Biennale di sebuah museum.




L'art pour l'art?
Ya, selalu itu yang menjadi dalih. “Ini adalah karya seni, art
for art
,” dalih sang seleb yang rasanya masih beken sehingga
tak perlu membuat sensasi seperti itu untuk menaikkan pamor. Ah,
entahlah. Nafsu, bila telah menjerat manusia memang akan melahirkan
dalih-dalih.




Hanya, yang membuat saya
berpikir seperti kalimat di awal tulisan singkat ini, adalah sang
istri. Saat diwawancara sebuah infotainment ia berkata bahwa ia telah
mengizinkan sang suami berpose bugil. “Saya bilang padanya: Kamu
siap nggak melakukan hal tersebut? Suka nggak? Kalau siap, ya
lakukan,” begitu kata sang isteri cantik itu.




“Saya nggak cemburu,
buat apa? Toh, dia sudah milik saya,” katanya lagi.




Ah, entah saya sedih atau
miris mendengar pernyataan sang istri. Suami-isteri adalah pakaian
antara satu dengan yang lain, saling melengkapi, saling menjaga
Suami-isteri adalah sepasang sayap untuk terbang menjelajah
kehidupan, mencari bekal kebaikan sebanyak mungkin. Suami-isteri
adalah partner, untuk bergandengan mengeja alif-ba-ta kehidupan,
berganti meluruskan, mengejawantah konsep ad-dien an-nasihah.
Suami adalah pilot, dan isteri adalah co-pilot. Suami-isteri
adalah... ah sudahlah....




Saya hanya dapat mengingat
berbagai kisah tentang isteri yang menyerta suami. Menjadi pendorong,
penyemangat, inspirator, juga mengingatkan suami untuk selalu dalam
rel kebaikan, menjaganya dari laku tercela. Lantas lahir pria-pria
mumpuni, pria-pria hebat pada zamannya. Meski, sebaliknya banyak juga
pria tercela hadir dalam rentang usia zaman.




Tapi, bisa jadi konsep
ketercelaan sebuah perilaku antara kita dan pasang seleb itu berbeda?
Wallahu'alam, semoga Allah memberi mereka petunjuk. Membuka
mata mereka pada kritik yang diarahkan. Tak lagi dalih dilontar,
namun nurani yang tersentuh. Sebab dunia sudah semakin tua, dan
akankah kita mewariskan laku tak senonoh pada pewaris bumi, anak-anak
kita?




Pundak wanita memang
banyak membopong amanah. Salah satunya, menjadi pengingat dan penjaga
laku suami. Akankah kita mengambil peran itu sebaik mungkin? Ataukah
menjadikan dunia ini semakin menyedihkan dan memalukan?



Apabila kamu tidak
memiliki rasa malu, berbuatlah apa saja yang kamu suka
[HR
Bukhari]








9 comments:

  1. Astaghfirullah.........terbelalak mata ini membacanya mbak Dee.

    Sungguh malu itu adalah sebagian dari iman, bila kita tidak memiliki rasa malu lantasssssss.........patutkah kita disebut manusia ???

    ReplyDelete
  2. Astagfirullah aladzim...
    Saya kasihan kepada mereka, ikut mengamini doa dan harapan Mba Dee.
    Semoga suatu saat mereka disadarkan Tuhan.
    Sesungguhnya, mereka adalah kaum yang tak mengerti (kutipan kalimat dari cerpen Lelaki Semesta, HTR).

    Thanks for sharing Mba Dee...:)

    ReplyDelete
  3. ada yang bilang mengapa mereka berani begitu : ya karena duit...
    duit lagi...duit lagi :((

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah.. artikel yg bagus mbak...:)
    mengingatkan banget... :)

    semoga mereka di beri hidayah yah mbak..
    dan semoga menjadi pelajaran bwt kita.. amin :)

    makasih sharingnya mbak dee.. :)

    ReplyDelete
  5. Iya, Mbak Henny... Inneke Koesherawati dulu juga pernah berpose semi bugil (di Matra kalo gak salah) juga film2 panasnya. Alhamdulillah, Allah memberi petunjuk. Mudah2an suami istri seleb ini juga. Tapi tugas kita untuk selalu mengingatkan. Alhamdulillah teman2 di MTP (Masy Tolak Pornografi) sudah bergerak tuh, memprotes. Dalam sebuah masyarakat harus ada mekanisme ini, biar mereka nyadar, selain juga kita doakan.

    ReplyDelete
  6. Maap kalo kuper..maklum jarang buka majalah gosip Indo. Sapa seh....nggak nyambung ane....Emang orang sering binunk ya...art and pornografi nggak ada lagi batas.....kecian deh loe...

    ReplyDelete
  7. Kalau suami dan isteri sudah kehilangan rasa cemburu nya, ya kasihan mbak Dee. Berarti cemburu hilang, cinta pun sudah nggak ada lagi. Terus perekat perkawinan mereka apa?

    Naudzubillah jangan sampai saya dan suami kehilangan rasa cemburu kami.

    Salam sayang mbak Dee, Evi.

    ReplyDelete
  8. Hehe, seleb itu aku, Mbak :D. Gak ding, namanya aja sama ;). Dian Nitami en Anjasmara...

    ReplyDelete
  9. Iya, Mbak Evi, entah apakah sekadar lips service saja, kadang kan cuma bilang aja saya gak cemburu, kenyataannya.. :). Tapi kasihan betul kalau bener2 udah gak punya cemburu...

    Saya doakan pernikahan Mbak Evi dan suami selalu dijaga dan diberkahi Allah. Amin. Salam sayang juga Mbak... :)

    ReplyDelete