Wednesday, August 10, 2005

New Brother


Asaslamu'alaikum wr. wb.



Namanya Franklin Taveras II.  American Hispanic, tinggal di NYC
(New York City). Usianya 19 tahun. Baru lulus high school. Sebulan-an
lalu ia masih menganut kristen. Penganut kristen yang ekstremis, bahkan
gigih menyebarkan injil di sekolahnya. Ia juga telah ditraining untuk
menjadi pastur.



Suatu hari ia mendapatkan bahwa ternyata di sekolahnya banyak orang
Islam. Darahnya mendidih untuk menyebarkan injil kepada mereka yang ia
anggap kaum sesat. Tapi untuk menyebarkan, tak mungkin tanpa sebelumnya
Ia tahu sedikit latar belakang orang-orang Islam. Ia pun mencari tahu.
Kemudian mendapatkan Al-Qur'an, dibacanya habis-habisan.

Hanya seminggu membaca Al-Qur'an, hatnya gelisah dan ingin mencari
lebih jauh tentang Islam. Seminggu kemudian dengan berlinang airmata ia
pun mengucap syahadah dibimbing Ustadz Syamsi Ali, Imam Masjid NY asal
Indonesia.



Franklin pun bertekad untuk menebus semangatnya lalu menyebarkan injil
dengan semnagat membara untuk menyebarkan Al-Quran. Hanya dalam waktu
seminggu, ia berhasil membawa 2 orang temannya, 1 yahudi (pria) dan 1
wanita (katolik) ke masjid untuk mengucap syahadah. Dua hari lalu,
selama 5 jam ia berdebat habis dengan seorang teman wanitanya, setelah
itu sang gadis juga berniat mengucap syahadah (insya Allah saat ini
sudah).



Subhanallah...



Ah, saya jadi merasa kecil. Selama beberapa hari ini saya email-emailan
dengan Franklin, setelah sebelumnya mendapat kontak Franklin dari
Ustadz Syamsi Ali.

Ketika saya tanya pada Franlin pendapatnya tentang Indonesia dia menjawab:



" I learned
that in Indonesia is at 88% Muslim, my question is why isn't
Indonesia is at 100% Islam? Surely some Muslims aren't doing their
jobs. I believe every Muslim should at least take part in spreading
Islam. Every Muslims goal should to at least revert at least one
believer into Islam. If this Muslim who strives to spread the
message, and doesn't get one person into Islam before he dies, Allah
will reward this person greatly, for Allah knows what’s in all of
our hearts. I prefer that the committed Muslims in Indonesia will
spread the message of Islam through online, but please know what you
are talking about and do not speak if you don't know the answer,
because blasphemy is a great sin."




Semangat 'misionari' yang dulu menyala-nyala, kini dialihkan Franklin
untuk menyebarkan Islam. Semoga Allah selalu memberi kekuatan pada
Franklin. Doakan ya teman-teman Franklin istiqamah pada dien mulia ini
. Dia adalah jundi baru, our brother.



Insya Allah profil Franklin akan ditampilkan di Annida edisi September.
Kalau mau cerita lengkap Franklin (seru banget lho!) tunggu Annidanya!
*promosimode* :D.



Kalau mau kenal wajahnya, silakan tuuuh...



salam,

Dee



12 comments:

  1. boleh ikutan ngobrol by mail juga gak mba...?

    ReplyDelete
  2. mbak ijin dulu ya, ra... soale dia lagi sibuk banget. bener2 mengajak banyak orang, teman2nya, untuk mengikuti 'true religion'. kadang sampai berjam2 berdebat dengan temannya. subhanallah ya.

    ReplyDelete
  3. Subhanallah...
    dia bisa bahasa indonesia gak mbak?
    kalo bisa, mungkin dia tertarik ikutan dialog antar agama di www.ajangkita.com/forum

    ditunggu banget :)

    ReplyDelete
  4. Wah, sayangnya gak bisa, Mas. Kudu english. Mungkin ama Spanyol dan Dominica :D (dia keturunan dominica dan puertorico).

    ReplyDelete
  5. Saya jadi malu juga nih :(...
    Tapi sepertinya dia memang jago "marketing" :)...sementara saya belum-belum udah nyungsep duluan kayak kura-kura ketemu musuhnya :(...
    Tapi insya Allah cerita Mbak Dee membuat saya bersemangat untuk setidaknya mengenalkan Islam ke lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  6. mbak bisa minta cerita dia dalam versi englishnya gak?thx

    ReplyDelete
  7. Gimana gak jago 'marketing', Mbak Mamiek, lha wong misionaris sejati... bahkan udah ditraining jadi pastur :-). Semoga semangat membara Franklin terjaga terus. Amin.

    Iya Mbak, ini bener2 pelajaran juga buat saya untuk tak lelah dan sungkan menyebarkan Islam, bahkan kepada orang2 Islam sendiri yang smakin jauh dari Islam. Semoga Allah selalu memberi kita kekuatan untuk menegakkan agama dan dakwah ini. Sama2 mendoakan, Mbak! :-)

    ReplyDelete
  8. Wah, Mbak Evi, masih dalam bentuk wawancara, dan kalaupun ditransfer dalam bentuk tulisan nanti, dalam bahasa Indonesia, soale buat Annida. Kalau Mbak mau, boleh, tapi nanti setelah Annidanya terbit ya, mbak :-)

    ReplyDelete
  9. what an inspiring story !

    Sometimes yg memeluk Islam dg jalan seperti yg dilalui Franklin ini malah lebih "Islam" daripada kita2 yah? Hehe

    Btw, salam kenal :)

    ReplyDelete
  10. iya, Surya, jadi hikmah yang bagus buat kita yg islam dari lahir :).
    salam kenal juga yaa...

    ReplyDelete
  11. Ini mirip dengan kisah Patrick suaminya Mba Sikrit lho Mba ^_^
    Patrick juga Subhanallah baik banget, pas aku maen ke rumah mereka Agustus lalu ^_^
    Barangkali bisa jadi ide kisah selanjutnya kan ^_^

    ReplyDelete
  12. Wah, menarik tuh, Ima... tapi udah nikah ya? Soale kalo Annida diusahain yang belum nikah, hehehe. Mbak Sikrit yang di MP juga kan? Ntar aku kenalan deh.. :)

    ReplyDelete