Wednesday, July 27, 2005

Spanglish: Ibu dan Ibu

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama

“Ibuku tak pernah menangis di hadapanku, ia akan berusaha menahannya, walaupun aku tahu ia akan menangis.”

Christina Moreno, nama gadis itu, menulis hal tersebut dalam resumenya untuk mengajukan permohonan beasiswa ke Princenton University. Di sinilah film bermula. Flas back kehidupan Christina dengan sang ibu.

Christina adalah putri Flor Moreno, single parent asli Mexico yang hijrah ke California, Amerika Serikat, untuk mengadu nasib dan memulai hidup baru setelah diabaikan suami. Setelah bekerja beberapa waktu, Flor membutuhkan pekerjaan dengan gaji lebih besar. Beruntung, ia mendapat pekerjaan sebagai housekeeper di rumah keluarga Clasky. John Clasky, seorang koki, beristrikan Deborah, dengan dua anak, Bernice dan Georgie, plus Evelyn, nenek Bernice dan Georgie.

Flor tidak bisa berbahasa Inggris. Bisa dibayangkan bagaimana keluarga Clasky berusaha berkomunikasi dengannya. Untungnya, sang putri lancar berbahasa Inggris, sehingga membantu menerjemahkan komunikasi sang ibu dengan keluarga tersebut, terutama setelah mereka pindah ke rumah tepi pantai keluarga Clasky untuk beberapa bulan.

Kemudian plot pun mengalir. Deborah, diperankan Tea Leoni, seorang ibu yang cenderung narsis, memikirkan diri sendiri. Ia terobsesi agar Bernice (Sarah Steele) putrinya yang kelebihan berat badan, mau diet. Contoh pressingnya pada Bernice ketika suatu hari ia membelikan Bernice setumpuk baju, namun dengan ukuran kecil. Bernice tentu saja sedih dan kesal pada sang ibu. John Clasky (Adam Sandler) juga kecewa dengan cara Deborah. Flor yang melihat pertengkaran ayah-ibu-anak tersebut mengambil tindakan. Ia memermak baju-baju tersebut sehingga Bernice dapat mengenakan baju-baju tersebut.

Sementara Flor, diperankan aktris Pas Vega (mirip banget sama Penelope Cruz!), pada sisi berbeda, sangat sayang pada Christina, dan tak ingin Deborah mempengaruhi cara didik yang ia terapkan pada Christina. Deborah yang terobesesi badan kurus memang sangat mengagumi Christina yang cantik (asli, cantik banget nih bocah), diperankan oleh Shelbie Bruce. Kekesalan Flor pada Deborah meledak ketika suatu hari Deborah membawa Christina jalan-jalan tanpa seizinnya, dan pulang dengan rambut dicat warna-warni. Begitu juga ketika Deborah mengusahakan Christina bisa berskolah di sekolah

Evelyn (Cloris Leachman), ibu Deborah, adalah nenek nyentrik, mantan penyanyi yang alkoholik, tapi sayang pada anak dan cucunya. Ada dialog menarik ketika Evelyn menasihati Deborah karena dia tahu bahwa Deborah selingkuh. Evelyn bilang pada Deborah bahwa ia akan rugi bila tak menghentikan selingkuhnya tersebut, karena John adalah suami yang sangat baik. Deborah menangis, dan dalam tangisnya ia berkata bahwa ia seperti itu salah satunya karena sang ibu yang semasa ia kecil dan remaja, mendidiknya sambil ‘mabuk’ (maksudnya karena kegemaran Evelyn pada minuman). Evelyn hanya tercenung.

Jadilah, film ini seperti gambaran tipe-tipe ibu. Ibu yang narsis, ibu yang protect, ibu yang cuek, dst. Saya jadi ingat puisinya Dorothy Law Nolte yang terkenal itu dan buanyak banget dikutip (Children Learn what They Live). Meski emang nggak mencerminkan banget sih, tapi pesan bahwa bagaimana cara mendidik orangtua akan sangat berpengaruh bagi pengembangan kperibadian anak, memang menjadi salah satu pesan dalam film ini.

Film ini menurut saya cukup bagus, saya kasi bintang 31/2, tapi karena nggak ada digenapin deh jadi 4 (saya kan baek hehe). Lumayanlah, banyak adegan kocak tapi nggak slapstick. Terus, nggak tau ya, menurut saya para pemerannya cukup padu. Akting Paz Vega, dengan bahasa Spanyol-nya (tapi kemudian ia sadar untuk belajar bahasa Inggris) cukup bagus sebagai Flor. Adam Sandler, kalo mengharap di film ini ia berperan konyol, harapannya pupus dah, juga lumayan, tapi kurang cemerlang, masih biasa gitu. Akting Sarah, Shelbie, dan Ian Hyland (Georgie) juga cukup bagus, sangat mendukung nih film (castingnya cukup berhasil menurut saya). Dan terutama sih akting Cloris Leachman sebagai nenek, cocok banget! Kocak!

Adegan saat Flor dan John berdebat karena John memberi uang banyak pada Christina juga kocak. John dengan bahasa Inggris, Flor berbahasa Spanyol, dan Christina yang menerjemahkan. Juga ketika Christina marah karena sang ibu memutuskan berhenti bekerja di rumah keluarga Clasky. Mereka bertengkar di jalanan sambil Christina membawa segala macam hadiah dari keluarga Clasky. Namun di bus, ibu dan anak itu kembali rukun, saling menyenderkan bahu dan memeluk. So touching.

Oh ya, film yang disutradari James L Brooks (As Good As It Gets) ini mendapat beberapa nominasi di Golden Globe Award, plus menang di Award lain, seperti Phoenix Film Critics Award.

Tapi… yah, seperti film-film produk Hollywood lain, adaaa aja adegan ‘hot’. Waktu Deborah kesenengan saat suaminya yang chef itu mendapat bintang 4 atas masakannya, terus ya gitu deh peluk, cium, blah-blah (nggak vulgar banget she, tapi… ambil remote, ganti ke saluran tivi dulu). Itu aja adegan hotnya, plus waktu John dan Flor ciuman. Padahal, bah, ntu adegan-adegan dipotong abis juga nggak bakal mengurangi esensi nih film, asli!

No comments:

Post a Comment