Tuesday, May 31, 2005

Rahasia Dua Hati

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Muthmainnah (Syaamil Cipta Media, 2004)
Rahasia Dua Hati (RDH) bercerita tentang kisah kasih di sekolah, ups, maksudnya tentang Harry dan Tita. Tita mengenal Harry ketika Tita menjadi contact person untuk Harry, cowok yang menjadi siswa AFS di Padang. Tita sendiri adalah returnee AFS, dan seorang returnee bergiliran menjadi contact person. Kebetulan saat itu giliran Tita dan ia mendapat tugas ’mengawal’ Harry, membantu urusan imigrasi, membantu belajar bahasa, mengenal adat budaya, dsb. Harry sendiri berasal dari Inggris, dan saat itu sudah kuliah di Harvard (wow!) semester dua.

Bisa ditebak, Harry suka dengan Tita. Tita juga, meski keliatannya sih maju-mundur, terutama karena Harry bukan muslim. Namun sebelum kembali (setelah selesai program AFSnya), Harry meminta Tita mau menjadi fiancee (tunangannya) dengan memberi cincin berlian (uhuk!). Di sinilah konflik semakin bermain. Beberapa bulan setelah ‘dilamar’ Harry, Tita kuliah di Bandung. Dia mulai lebih mengenal Islam, ikut mentoring dan mulai menyadari kalo ‘pertunangannya’ dengan Harry tidaklah baik. Tita meminta putus. Namun Harry tidak mau, dan iapun melamar Tita ‘secara resmi’ pada ayah Tita, dan setiap liburan panjang Harry datang ke Indonesia. Selesai sampai situ? Tidak. Ternyata Harry sudah punya anak dari mantan pacarnya, Anne. Hal ini pula yang membuat Tita harus pergi ke London atas permintaan Harry, untuk mengumumkan perpisahan mereka secara resmi. Di Londonlah Tita baru tahu kalau Harry telah memeluk Islam. Kemudian cerita berputar pada kebimbangan Tita yang membuat mereka memutuskan untuk menikah. Nah lho? Trus, tamat? Belum. Masih panjang. Silakan baca aja yee novelnya kalo mo tau, hehe.

Gaya penulisan RDH ini tetap khas Imun, sahabatku terkasih ;). Imun adalah panggilan akrab Maimon Herawati, nama asli muthmainnah. Bahasa yang padat dan singkat. Satu kalimat satu ide (ini yang selalu ditekankan Imun :). Show it not tell it (ini juga yang sering Imun teriakin ;), dan emang bener :).

Alur RDH, ehm kalo menurut saya agak lambat. Meski alur lambat tersebut memang jadi tak terlalu kentara karena gaya bahasa Imun yang padat. Nah, inilah enaknya, masih tetap mengalir. Nggak bosan gitu bacanya. Meski tetap menurut saya banyak hal-hal yang mestinya bisa Imun ‘buang’, tanpa mengurangi substansi cerita.

Tentang penokohan.
Harry? Ho ho ho, ini makhluk sempurna sekalee! Guanteng, jebolan Harvard, kuaayaa, masuk Islam, setia, cinta Indonesia. Wah-wah-wah! Emang di real world ada makhluk kayak gitu?!
Ada. Hehehe.

Agak nyimpang dikit, saya punya kenalan seorang bule. Agak mirip tuh ama Harry. Cuakepp (mirip Nick Carter, taelaa), kaya banget-sampai seorang yang sangat dekat dgn keluarganya bilang: tuh harta bingung mo diapaian. Keluarganya udah biasa diundang sama Ratu Elizabeth kalo kerajaan ngadain acara2 khusus. Hari ini di Prancis, sorenya di Singapura, besok lagi di Amrik, biasa saja buat keluarga mereka. Sangat tertarik sama Indonesia bahkan ‘gila’ Indonesia. Sempet ateis (asli, kagak percaya banget ama Tuhan), meski KTPnya sih nasrani. Sampai kemudian tertarik sama Islam. Terpesona. Tertarik banget juga ama sosok muslimah, ampe ngejar2 seorang akhwat, tapi akhwat itu nyuekin hehehe.

So? It’s real! Ada orang2 seperti Harry, meski mungkin memang gak banyak.
Tapi sampai di situkah?
Saya jadi inget sebuah buku penulisan yang pernah saya baca (apa ya judulnya, luppaa). Di sana dikatakan, dalam dunia nyata memang bisa terjadi apa saja (termasuk seseorang yg begitu perfect), serba kebetulan. Tapi dalam fiksi, serba kebetulan itu adalah ‘bencana’.
Lho, bertentangan dong dengan konsep fiksi (yang memang khayalan/imajinasi). Bukan malah sebaliknya? Mungkin. Tapi yang saya tangkap dari tulisan di buku tersebut, buat karakter yang cukup ‘dekat’ dan ‘dipercaya’ pembaca. Sebab dunia nyata emang lebih banyak dengan ‘orang-orang biasa’. Itulah mengapa, kita sering denger komentar: ceritanya ngayal banget atau; gak membumi, atau; gak percaya deh!)
Tapi ya namanya fiksi, sah-sah aja ya ditulis. (silakan dikomentari hal ini).

So, tetap aja saya geleng2 kepala dengan tokoh Harry, meski di dunia nyata saya nemuin yg kayak gitu. Imun sendiri pernah mengklarifikasi. Harry tetap memiliki kekurangan, kata Imun. Dia bukanlah sesempurna seperti kasat mata melihat. Iya ganteng, kaya, pinter. Tapi dia what the Brits say ' Comfortable, but miserable'. Dia nggak bahagia.

Buat saya buku ini lumayan banget, apalagi dibandingin ama chik-lit, hehe. Menurut Imun buku ini pangsanya emang buat pembaca Marga T atau Mira W. So, yang udah pernah baca karya Imun yang lain (seperti Pingkan) memang akan berpendapat kalau nih buku biasa. Ya wajar aja kali ya, kadang pembaca kan membandingkan karya-karya si pengarang. Jadi, ketika sang pengarang mencoba memasuki pangsa lain, tema, gaya lain, kadang dibilang penurunan. Padahal belum tentu juga.

Jadi? Silakan dicari, dibaca, dan dibandingkan :-)

# bintang direvisi, karena kalo dipikir2 ogut suka kok bacanya ;)


7 comments:

  1. Di UK, ketemu Harry tulen, Dee. Namanya Pak Waraqah. Nama asli aye nggak tau. Cakep, dan sangat tawadhu. Nikahnya sama Uni Elsye, orang Padang. Hi hi. Pak Waraqah ngajar bahasa Arab dan Inggris di Al Ikhlas, pengajian ibu/bapak Indonesia London. Baju sehari2 beliau baju koko. Anaknya satu, Salsabilla, usia 3 tahun.
    Ada lagi dua tiga Bapak bule beristri Indonesia yang taat (tapi kebanyakan malah istri yang ogah2an diajak lebih komit, he he). Selebihnya, tipikal lah. Berislam, namun...masih mabuk,...masih....masih...
    Malah ada yang pengumuman, "SAya sholat karena istri...." Waaa.

    ReplyDelete
  2. mau dunk kalo masih ada the other mr waraqah, hehe. ntu nama aslinya tuh? waraqah? ato nama hijrah?

    ReplyDelete
  3. nama hijrah. Nggak tau nama asli.
    Kalo yang Waraqah muda dan singel, biasa main di MAB Youth Foundation. Ah, yang ini, acara terlarang buat emak-emak.
    MAB Muslim Aosiation od Britain. Acara mereka misalnya summer camp, atau Tour ke middle east.

    ReplyDelete
  4. barusan nyari gambar cavernya..
    wadau gak ku ku ^ - ^ kayak siapa gituh, hehe...

    sip, bravo deh

    ReplyDelete
  5. >> Hal ini pula yang membuat Tita harus pergi ke London atas permintaan Harry, untuk mengumumkan perpisahan mereka secara resmi.

    seorang cewek dateng ke luar negeri atas permintaan cowok yang bukan siapa-siapanya? ada alasannya gak ya...

    ReplyDelete
  6. Pakai frame berpikir Tita. Dia lurus, tidak ada sangka-sangka. Dan dia tahu, beda budaya beda cara. Karena dia sudah kenal dengan keluaga Harry, maka dia berpikir, jika memang begitu carayanya dalam keluarga Harry, adalah baik jika bertemu baik-baik dan berpisah dengan baik-baik.

    Mohon dengan sangat, jangan memakai pola pikir orang yang paham hukum Islam.
    Tita hanif namun masih awam. Dia bisa menjaga diri dengan bekal kehanifannya.

    Mohon maaf jika tak berkenan.

    Sekali lagi, buku ii ditujukan bukan untuk pembaca Pingkan.

    ReplyDelete